Calon pembeli kendaraan diimbau untuk lebih teliti dalam memeriksa kondisi fisik unit mobil bekas guna memastikan kendaraan tersebut tidak memiliki riwayat kecelakaan pada Jumat (8/5/2026). Pemeriksaan detail pada bagian bodi menjadi prosedur krusial untuk mendeteksi adanya perbaikan besar yang dapat memengaruhi nilai dan keamanan kendaraan di masa depan.
Dilansir dari Medcom, Suzuki membagikan delapan indikator utama yang patut dicurigai sebagai tanda mobil pernah mengalami benturan keras. Tanda yang paling mudah dikenali adalah perbedaan gradasi warna cat atau kondisi belang pada bagian pintu, kap mesin, maupun bodi belakang akibat proses pengecatan ulang yang tidak sempurna.
Ketidaksesuaian celah antar panel juga menjadi sorotan penting karena mobil normal umumnya memiliki jarak antar panel yang simetris dan presisi. Sebaliknya, unit yang pernah ditabrak sering kali menunjukkan celah yang miring atau tidak rata pada area fender dan pintu karena struktur yang sudah berubah.
Pemeriksaan mendalam perlu menyasar bagian dudukan karet di pintu atau bagasi yang menutupi tulangan bodi. Jika permukaan di balik karet tersebut terlihat bergelombang atau tidak rata, terdapat indikasi kuat bahwa mobil tersebut pernah mengalami benturan hebat yang merusak rangka utama.
Kondisi baut pada area mesin dan pintu juga tidak luput dari pengecekan, di mana adanya goresan bekas kunci atau cat terkelupas menandakan panel tersebut pernah dibongkar. Selain itu, calon pembeli disarankan melihat bentuk mobil dari jarak sekitar empat meter secara menyamping untuk memastikan proporsi kendaraan tetap simetris.
Ketidakwajaran pada operasional pintu yang terasa berat atau sulit menutup rapat sering kali disebabkan oleh perubahan bentuk bingkai pintu pasca kecelakaan. Perubahan warna engsel pintu menjadi senada dengan warna bodi juga mengindikasikan adanya proses pengecatan ulang menyeluruh pada komponen yang seharusnya berwarna logam dasar.
Terakhir, pemasangan kaca mobil yang tidak presisi dapat menjadi tanda bahwa kaca asli telah pecah dan diganti dengan unit baru. Ketelitian dalam memverifikasi delapan poin pemeriksaan bodi ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan kendaraan yang aman dan memiliki nilai investasi yang terjaga.