Cisco dan Nvidia Perluas Kemitraan untuk Dorong Implementasi AI Aman

Cisco dan Nvidia berkolaborasi dalam inisiatif Secure AI Factory, mempercepat implementasi AI dari uji coba ke produksi dalam hitungan minggu, hingga di lokasi operasional.

Cisco dan Nvidia kembali memperkuat kerja sama strategis mereka melalui peluncuran inisiatif Secure AI Factory. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses penerapan sistem kecerdasan buatan, memungkinkan perusahaan beralih dari fase uji coba menuju produksi penuh hanya dalam beberapa minggu. Hal menarik lainnya, sistem ini dapat beroperasi di pusat data besar maupun lokasi operasional atau edge.

CEO Cisco, Chuck Robbins, mengungkapkan bahwa banyak organisasi telah menyadari potensi besar AI. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam mengimplementasikannya pada skala besar dengan tingkat keamanan yang terjamin. Melalui arsitektur baru ini, proses implementasi, pengoperasian, dan pengamanan infrastruktur AI dijanjikan menjadi lebih efisien.

Senada dengan pandangan tersebut, Jensen Huang, CEO Nvidia, menekankan pentingnya menanamkan aspek keamanan sejak awal. Ini harus dilakukan pada setiap lapisan teknologi, mulai dari cip hingga perangkat lunak pendukungnya. Pemrosesan AI saat ini semakin sering dilakukan di lokasi data itu berasal, seperti analisis video pengawasan di pabrik atau pengolahan data pasien di rumah sakit yang memerlukan keputusan instan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Cisco mengintegrasikan GPU Nvidia RTX PRO Blackwell ke dalam perangkat server Cisco UCS mereka. Kombinasi ini memungkinkan perusahaan memproses beban kerja AI secara langsung di lokasi operasional. Dengan demikian, tidak dibutuhkan lagi ruang server yang besar atau asupan listrik sebesar pusat data konvensional.

Infrastruktur AI skala besar membutuhkan jaringan dengan kecepatan tinggi sebagai kunci utama performa. Cisco menghadirkan switch generasi terbaru seri N9100, yang mampu menangani kapasitas transmisi data hingga 102,4 Tbps. Perangkat jaringan ini ditenagai oleh silikon Nvidia Spectrum-6 Ethernet yang memang dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI paling intensif.

Selain itu, terdapat dukungan Cisco Nexus Hyperfabric yang menyederhanakan pengaturan infrastruktur gabungan dari berbagai vendor, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

"NVIDIA dan Cisco bersama-sama membangun fondasi yang aman untuk infrastruktur AI, mulai dari core hingga edge, sehingga perusahaan-perusahaan dapat terus meningkatkan kecerdasan dengan penuh keyakinan," ujar CEO Nvidia, Jensen Huang.

Mengingat model AI kini menjadi aset perusahaan yang sangat krusial, aspek keamanannya tidak bisa diabaikan. Cisco mengintegrasikan perlindungan keamanan yang mampu memblokir ancaman langsung di tingkat server. Ini berkat integrasi dengan unit pemrosesan data Nvidia BlueField, memungkinkan pemutusan ancaman siber sebelum mencapai data vital organisasi.

Tidak hanya infrastruktur fisik, agen AI yang berfungsi mengambil keputusan secara otonom juga diawasi ketat. Fitur Cisco AI Defense, yang berpadu dengan teknologi pengaman Nvidia, akan terus memantau perilaku dan interaksi antar agen AI. Hal ini memastikan kecerdasan buatan yang dijalankan perusahaan tetap sesuai koridor dan tidak melakukan tindakan menyimpang yang berisiko membahayakan operasional bisnis harian.

Recommended