Kemenhub Modifikasi Skema WFH ASN untuk Jaga Layanan Publik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan skema work from home (WFH) yang dimodifikasi bagi ASN, dengan 40% pegawai masuk setiap hari.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan skema kerja dari rumah (WFH) yang berbeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Penyesuaian ini dilakukan guna memastikan keberlangsungan layanan transportasi publik tetap optimal.

Berbeda dengan aturan umum WFH ASN yang ditetapkan pada hari Jumat, Kemenhub memilih pendekatan proporsi kehadiran pegawai harian. Kebijakan ini juga bertujuan mendukung efisiensi energi dan mengurangi dampak polusi akibat mobilitas pegawai, seperti dilansir dari Medcom.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerapkan WFH penuh setiap Jumat. Sebaliknya, Kemenhub mengatur agar hanya sekitar 40 persen pegawainya yang masuk kantor setiap hari secara bergiliran.

"Nah, kalau kami agak sedikit dimodifikasi karena kita melayani transportasi publik, jadi kita nggak libur hari Jumat. Tapi yang masuk itu kita kurangi setiap harinya. Kita sampai 40 persen setiap harinya," kata Dudy pada Jumat, 10 April 2026.

Dudy menambahkan, kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi setiap kementerian dan lembaga untuk mengatur pola kerja mereka. Meskipun demikian, Kemenhub tetap harus melakukan penyesuaian mengingat tanggung jawab besar dalam pelayanan transportasi publik yang tidak dapat dihentikan.

Sebagai contoh, dari sekitar 5.000 pegawai di kantor pusat, hanya sekitar 2.000 orang yang akan hadir setiap hari. Sistem pergantian atau shifting ini memastikan seluruh pegawai mendapatkan porsi kerja yang adil dan merata, sekaligus menjaga operasional tetap berjalan.

"Karena kami melayani transportasi, kan kita nggak mungkin libur juga hari Jumat. Jadi, akhirnya kita berlakukan pengurangan (pegawai yang masuk) di setiap harinya," jelas Dudy.

Diharapkan kebijakan ini dapat berkontribusi pada upaya pemerintah, khususnya di Jakarta, dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi tingkat polusi udara yang disebabkan oleh aktivitas perjalanan harian pegawai.

"Jadi kita berlakukan, supaya hari ini misalnya 40 persen (yang masuk). Ganti-gantian. Tapi minimal kita kurangilah setiap harinya," pungkasnya.

Recommended