Daftar Saham Paling Cuan Pekan Ini Meluncur 105 Persen Saat IHSG Tembus Rekor 8.212

Pasar modal Indonesia baru saja menutup lembaran perdagangan pekan kedua Februari 2026 dengan catatan impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa dan berhasil memecahkan rekor baru, memberikan angin segar bagi para investor yang sempat menanti momentum bullish. Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan stabilitas ekonomi makro, tetapi juga menjadi panggung bagi sejumlah emiten yang harganya melesat di luar ekspektasi pasar.

Bagi Anda yang memantau layar perdagangan selama periode 9-13 Februari 2026, fenomena “hujan cuan” benar-benar terasa nyata. Beberapa saham bahkan mencatatkan kenaikan fantastis hingga tiga digit hanya dalam waktu lima hari perdagangan. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kombinasi aksi korporasi, rilis laporan keuangan yang solid, serta rotasi sektor yang sangat dinamis di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, di balik kegembiraan para pemburu top gainers, dinamika pasar tetap menyisakan sisi lain yang perlu diwaspadai. Sementara IHSG melaju kencang, terdapat barisan saham yang justru berbalik arah dan memberikan koreksi dalam bagi portofolio pemegangnya. Memahami peta kekuatan saham-saham ini menjadi krusial untuk menentukan strategi investasi pada pekan-pekan mendatang, terutama saat kapitalisasi pasar mulai menunjukkan pergeseran signifikan.

Analisis Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar BEI

Laju IHSG pada pekan ini tercatat mengalami apresiasi sebesar 3,49 persen. Secara angka, indeks bergerak dari posisi 7.935,26 pada penutupan pekan lalu menjadi 8.212,2 pada pekan ini. Angka 8.200 merupakan level psikologis penting yang akhirnya tertembus, menandakan tingginya kepercayaan investor asing maupun domestik terhadap fundamental pasar saham tanah air.

Kenaikan indeks ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan nilai perusahaan secara keseluruhan di bursa. Data resmi menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar (market cap) BEI melonjak hingga 3,83 persen. Dari yang sebelumnya berada di angka Rp 14.341 triliun, kini market cap bursa mencapai Rp 14.889 triliun, atau terjadi penambahan nilai sebesar Rp 548 triliun hanya dalam sepekan.

Faktor Pendorong Sentimen Positif

Beberapa analis meyakini bahwa penguatan ini didorong oleh aliran dana asing (foreign inflow) yang masuk ke saham-saham blue chip, yang kemudian memberikan efek domino ke saham-saham lapis kedua (second liner). “Kondisi fundamental ekonomi yang terjaga membuat Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di kawasan regional,” tulis pernyataan resmi otoritas bursa dalam ringkasan mingguan perdagangan.

Daftar Saham Top Gainers: INDS Memimpin dengan Kenaikan 105 Persen

Berdasarkan data statistik perdagangan BEI, PT Indospring Tbk (INDS) resmi menyandang gelar sebagai saham paling menguntungkan pekan ini. Saham yang bergerak di industri komponen otomotif ini mencetak kenaikan luar biasa sebesar 105,58 persen. Harga INDS terbang dari Rp 1.075 menjadi Rp 2.210 per lembar saham.

Berikut adalah rincian emiten yang berhasil masuk dalam jajaran top gainers periode 9-13 Februari 2026:

  1. PT Indospring Tbk (INDS): Melesat 105,58% ke posisi Rp 2.210.

  2. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK): Naik signifikan 69,9% menjadi Rp 3.020.

  3. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN): Melonjak 62,3% ke level Rp 474.

  4. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK): Meningkat 60,94% menjadi Rp 515.

  5. PT Soechi Lines Tbk (SOCI): Terdongkrak 57,5% menjadi Rp 630.

Sektor Properti dan Media Ikut Unjuk Gigi

Selain INDS, kenaikan pada saham ROCK dan MSIN menunjukkan bahwa sektor properti dan media digital sedang mendapatkan perhatian khusus dari para pelaku pasar. Sektor logistik energi yang diwakili oleh SOCI juga menunjukkan performa kuat, sejalan dengan kenaikan permintaan jasa angkutan laut di awal tahun 2026.

Deretan Emiten Lain yang Mencetak Keuntungan di Atas 45 Persen

Selain lima besar di atas, terdapat beberapa emiten lain yang performanya tidak kalah mentereng. Saham-saham ini berhasil memberikan imbal hasil yang jauh melampaui rata-rata kenaikan indeks sektoralnya.

Fokus pada Saham Infrastruktur dan Teknologi

  • PT Link Net Tbk (LINK): Saham penyedia layanan internet ini terangkat 53,3% ke harga Rp 2.790.

  • PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA): Menguat 52,67% menjadi Rp 200.

  • PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): Naik 50,59% ke level Rp 128.

  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Meningkat 50,56% menjadi Rp 6.700.

  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH): Terkerek 48,7% menjadi Rp 1.510.

Daftar Saham Top Losers: Waspada Tekanan Jual di Saham HILL dan NATO

Di sisi berseberangan, tidak semua investor merayakan pesta pora. Sebanyak 10 saham tercatat mengalami penurunan harga yang cukup dalam hingga masuk dalam kategori top losers. Saham PT Hillcon Tbk (HILL) menjadi yang paling terdampak dengan koreksi sebesar 33,3 persen, jatuh dari harga Rp 120 ke level Rp 80.

Penurunan ini sering kali disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) massal setelah saham tersebut mengalami kenaikan di periode sebelumnya, atau karena adanya perubahan persepsi pasar terhadap kinerja fundamental perusahaan.

Rincian Saham yang Terkoreksi Dalam

  • PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO): Anjlok 24,4% menjadi Rp 680.

  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): Ambrol 20,16% ke level Rp 1.940.

  • PT Danasupra Erapasific Tbk (DEFI): Terpangkas 14,4% menjadi Rp 160.

  • PT Lion Metal Works Tbk (LION): Jeblok 14,05% menjadi Rp 520.

  • PT Grand House Mulia Tbk (HOMI): Tergelincir 13,89% ke harga Rp 310.

Selain itu, saham-saham seperti IFII (-11,11%), KJEN (-9,71%), BBSS (-9,09%), dan AMOR (-7,89%) juga melengkapi daftar emiten yang kinerjanya kurang memuaskan sepanjang pekan kedua Februari ini.

Recommended