Kebiasaan Ganti Jenis BBM Picu Kerusakan Mesin Sepeda Motor

Penggunaan jenis BBM yang tidak konsisten pada sepeda motor dapat memicu penumpukan karbon, overheat, hingga kerusakan permanen pada komponen mesin.

Kebiasaan pemilik sepeda motor yang sering mengganti jenis bahan bakar minyak (BBM) tanpa memperhatikan angka oktan berisiko merusak performa mesin secara permanen pada Kamis, 16 April 2026.

Ketidakkonsistenan ini memicu kegagalan sistem Electronic Control Unit (ECU) dalam menyesuaikan proses pembakaran optimal sesuai spesifikasi pabrikan. Hal tersebut berakibat pada penurunan efisiensi bahan bakar dan peningkatan risiko kerusakan komponen internal.

Dilansir dari Medcom, Kepala Mekanik Bengkel Provis Autolab, Dayat, menjelaskan bahwa setiap mesin kendaraan telah dirancang dengan standar nilai oktan tertentu. Pengabaian terhadap standar ini dapat menimbulkan berbagai masalah teknis pada jangka panjang.

"Mesin sepeda motor atau mobil terbaru saat ini ada yang mewajibkan minimal penggunakan BBM dengan nilai oktan 90 dan ada yang mengharuskan penggunaan BBM dengan oktan 92," ujar Dayat, Kepala Mekanik Bengkel Provis Autolab.

Dayat menambahkan bahwa untuk mesin dengan spesifikasi performa tinggi, penggunaan BBM dengan oktan yang lebih tinggi sangat disarankan. Ketidaksesuaian oktan akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna yang mempercepat akumulasi karbon di ruang bakar.

Dampak langsung dari penumpukan karbon tersebut adalah terjadinya panas berlebih atau overheat pada mesin. Selain itu, kondisi ini memicu gejala knocking (ngelitik) yang dapat mengikis kekuatan komponen mesin dalam waktu singkat.

Pemilik kendaraan juga akan merasakan konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros akibat kinerja mesin yang tidak lagi efisien. Kerak yang menempel pada ruang bakar menjadi penghambat utama dalam mencapai performa maksimal kendaraan.

Para pengguna sepeda motor sangat disarankan untuk tetap konsisten menggunakan satu jenis BBM yang sesuai dengan rasio kompresi mesin. Perawatan rutin tetap menjadi kunci utama untuk menjaga mesin dari kerusakan akibat sisa pembakaran yang buruk.

Recommended