Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, berupaya meredakan kekhawatiran terkait keamanan Piala Dunia 2026 di tengah gelombang kekerasan yang melanda negara tersebut.
Menyusul kerusuhan yang dipicu oleh kematian seorang pemimpin kartel narkoba, Sheinbaum memberikan jaminan penuh bagi keselamatan para penggemar sepak bola yang akan menghadiri pertandingan di Guadalajara.
Kekerasan di Meksiko meningkat setelah tewasnya seorang bos kartel terkemuka. Insiden ini memicu aksi balasan dari kelompok bersenjata yang memblokir jalan dan menyerang petugas keamanan di berbagai daerah.
Militer Meksiko melakukan penggerebekan pada Minggu (22/2/2026) untuk menangkap "El Mencho", pemimpin Kartel Jalisco New Generation, yang berujung pada baku tembak. El Mencho mengalami luka fatal dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.
Para pengikut Nemesio Rubén Oseguera Cervantes (El Mencho), turun ke jalan dan memblokade hampir 100 jalan utama. Mereka menyerang markas Garda Nasional, terutama di negara bagian Jalisco dan Michoacan. Bentrokan tersebut menyebabkan sedikitnya 25 tentara dan 34 anggota kartel tewas.
Pada Senin (23/2/2026), kekerasan mulai mereda, meskipun media lokal melaporkan insiden sporadis di beberapa wilayah pedesaan di Jalisco pada malam harinya.
Guadalajara, ibu kota Jalisco, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026. Turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada ini juga akan menggelar pertandingan di Monterrey dan Mexico City, termasuk di Stadion Azteca.
Sheinbaum menyampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (24/2/2026) bahwa pemerintahannya menjamin keamanan agar Piala Dunia dapat diselenggarakan di Meksiko.
Menurut laporan Guardian, Sheinbaum menyatakan bahwa situasi di Jalisco berangsur-angsur kembali normal. Guadalajara dan kota resor Puerto Vallarta, yang sempat terganggu oleh kekerasan, secara bertahap mulai dibuka kembali.
Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan keyakinannya terhadap peran Meksiko sebagai tuan rumah. "Semuanya baik-baik saja. Ini akan menjadi spektakuler," kata Infantino di Barranquilla, Kolombia.
Selain itu, Sheinbaum mempertimbangkan langkah hukum terhadap Elon Musk atas tuduhan bahwa ia menerima perintah dari pengedar narkoba, yang dianggap menggemakan pernyataan Donald Trump tentang kartel yang mengendalikan Meksiko.
Menanggapi video tahun 2025 yang menampilkan Sheinbaum membahas kekerasan kartel, Musk menuduhnya "mengatakan apa yang diperintahkan bos kartelnya" di platform X.
Dalam klip tersebut, Sheinbaum menegaskan bahwa kembali ke kebijakan perang terhadap narkoba bukanlah solusi. "Perang melawan narkoba berada di luar hukum. Karena itu berarti memberi izin untuk membunuh tanpa proses peradilan," kata Sheinbaum saat itu.
Sheinbaum menolak perbandingan antara operasi yang menewaskan El Mencho dengan kebijakan keamanan pendahulunya. "Sebuah situasi terjadi ketika, dalam upaya penangkapan seorang anggota kelompok kejahatan terorganisasi yang memiliki surat perintah penangkapan, anggota militer diserang dan membalas, dan ia meninggal saat dalam perjalanan," katanya.
“Kami mencari perdamaian, bukan perang. Itulah perbedaannya.”