Pengendara sepeda motor diingatkan untuk menghindari kebiasaan memainkan atau mengocok tuas gas secara mendadak saat kondisi berhenti maupun berjalan pada Senin (11/5/2026). Tindakan yang sering dilakukan pengguna knalpot nonstandar ini memicu kerusakan komponen mesin hingga risiko kecelakaan fatal.
Dilansir dari Medcom, praktik menggeber gas sering kali bertujuan untuk memamerkan suara knalpot atau mengintimidasi pengguna jalan lain. Padahal, perilaku tersebut memberikan beban kerja drastis pada mesin yang berujung pada peningkatan suhu ekstrem atau overheat.
Pemilik Kedai Riders, Yoyok, menjelaskan bahwa kebiasaan menggeber gas sesaat sebelum mematikan mesin dapat merusak komponen internal secara serius. Hal ini terjadi karena sistem pelumasan tidak bekerja maksimal saat putaran mesin atau RPM naik dan turun secara tiba-tiba.
"Kebiasaan menggeber gas sebelum mematikan mesin dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen dalam mesin," kata Yoyok, Owner Kedai Riders. Kondisi ini diperparah dengan risiko pemborosan bahan bakar akibat lonjakan RPM yang tidak efisien.
Selain masalah mesin, pengguna motor matic yang sering mengocok gas sambil menahan rem akan mempercepat keausan kampas rem dan komponen CVT. Gesekan yang terus-menerus membuat V-belt serta kampas ganda lebih cepat rusak karena mesin dipaksa bekerja berlawanan dengan pengereman.
Aspek keselamatan juga menjadi sorotan karena motor berisiko meloncat tiba-tiba saat tuas rem dilepas secara tidak sengaja. Karakter pembakaran yang tidak sempurna sering ditemukan pada motor tipe mesin 2 silinder atau motor di bawah 500 cc dengan torsi besar saat gas dimainkan tidak beraturan.