Dampak Perang Timur Tengah ke Industri Pelumas Impor

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan pelumas Indonesia yang bergantung pada impor base oil.

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak signifikan secara global, khususnya bagi industri pelumas di Indonesia yang memiliki ketergantungan impor. Beberapa perusahaan pelumas otomotif di Indonesia sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Kekhawatiran muncul di kalangan perusahaan pemasaran pelumas di Indonesia akibat isu geopolitik yang meluas di wilayah hulu. Isu ini memicu potensi kenaikan harga.

Direktur Sales and Marketing PT Garuda Petro Perkasa, Ismet Sebastian, selaku distributor pelumas ADNOC di Indonesia, menyampaikan bahwa eskalasi perang di Timur Tengah yang terus berlangsung akan berdampak jika berkepanjangan.

"Namun untuk saat ini Kami melihat bahwa stok pelumas untuk Indonesia masih aman dengan jumlah permintaan yang ada selama ini. Kalau pun ada kenaikan permintaan, masih bisa Kami kendalikan," ujar Ismet Sebastian di sela buka puasa bersama dengan jurnalis otomotif pada Selasa (17/3/2026).

Meskipun isu geopolitik memicu kekhawatiran akan kenaikan harga, Ismet menepis anggapan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan merek.

"Ya Kami tidak ingin berbisnis dengan cara itu, meskipun mungkin sangat masuk akal jika terjadi kelangkaan pasokan dan harga bisa dinaikkan. Namun dari perspektif bisnis yang sehat, tentu Kami juga memikirkan soal brand trust yang selama ini dibangun. Tentu itu bisa hilang hanya karena keuntungan sesaat."

Ismet berharap agar masalah geopolitik yang telah berlangsung selama tiga pekan ini segera menemukan titik terang, sehingga pasar global dapat kembali stabil, terutama di sektor perminyakan.

Recommended