Dana LPDP Rp5,5 Miliar Bisa Gaji Seribu Guru UMP Jakarta

Dana LPDP sebesar Rp5,5 miliar yang dialokasikan untuk satu penerima beasiswa dapat digunakan untuk menggaji hampir seribu guru UMP Jakarta.

Kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi isu penting dalam dunia pendidikan. Ketidaklayakan gaji masih menghantui banyak guru, bahkan di beberapa daerah, gaji mereka di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), sementara guru honorer menerima bayaran yang sangat minim.

Ironisnya, anggaran pendidikan, seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), justru dinilai kurang tepat sasaran. Dana yang dikucurkan untuk satu penerima beasiswa LPDP selama masa studi dapat mencapai miliaran rupiah.

Contohnya, Arya Iwantoro, seorang alumni LPDP yang menjadi sorotan karena melanggar ketentuan untuk pulang dan berkontribusi di Indonesia. Dana yang digelontorkan LPDP untuk studi S2 dan S3 Arya di Belanda diperkirakan lebih dari Rp5,5 miliar.

Dana sebesar itu, jika dialihkan untuk kesejahteraan guru, bisa memberikan dampak signifikan. Dengan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp5,7 juta, uang tersebut dapat digunakan untuk menggaji hampir seribu guru.

Secara matematis, Rp5,5 miliar dibagi Rp5,7 juta menghasilkan angka 964,9, yang berarti hampir seribu guru bisa mendapatkan gaji UMP Jakarta selama satu bulan.

Gaji guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipengaruhi oleh golongan, masa kerja, dan lokasi. Gaji ini termasuk dalam struktur gaji pegawai negeri yang diatur pemerintah dengan berbagai tunjangan.

Gaji guru PNS disesuaikan dengan golongan mereka, mencakup faktor pengalaman dan pendidikan. Berikut rinciannya:

Rincian Gaji Guru PNS Berdasarkan Golongan
Golongan Gaji Per Bulan
Golongan I Rp1.685.700 – Rp2.901.400
Golongan II Rp2.184.000 – Rp4.125.600
Golongan III Rp2.785.700 – Rp5.180.700
Golongan IV Rp3.287.800 – Rp6.373.200

Skema gaji PNS masih merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024.

Rincian Gaji per Golongan:

  • Golongan I: Guru baru lulus PPG atau sarjana pendidikan.
    • Golongan Ia: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
    • Golongan Ib: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
    • Golongan Ic: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
    • Golongan Id: Rp1.999.900 – Rp2.901.400
  • Golongan II: Guru yang sudah naik pangkat.
    • Golongan IIa: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
    • Golongan IIb: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
    • Golongan IIc: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
    • Golongan IId: Rp2.591.100 – Rp4.125.600
  • Golongan III: Guru berpengalaman dan punya jabatan tertentu.
    • Golongan IIIa: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
    • Golongan IIIb: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
    • Golongan IIIc: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
    • Golongan IIId: Rp3.154.400 – Rp5.180.700
  • Golongan IV: Guru senior dengan jabatan struktural.
    • Golongan IVa: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
    • Golongan IVb: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
    • Golongan IVc: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
    • Golongan IVd: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
    • Golongan IVe: Rp3.880.400 – Rp6.373.200

Terdapat empat tingkatan jabatan fungsional pangkat golongan PNS guru:

  1. Guru Pertama: Penata muda (III/A) atau penata muda tingkat I (III/B).
  2. Guru Muda: Penata (III/C) atau penata tingkat I (III/D).
  3. Guru Madya: Pembina (IV/a), pembina tingkat I (IV/B), atau pembina utama muda (IV/C).
  4. Guru Utama: Pembina utama madya (IV/D) atau pembina utama (IV/E).

Selain gaji, PNS juga berhak atas enam jenis tunjangan: tunjangan anak, tunjangan makan, tunjangan jabatan, tunjangan suami/istri, tunjangan kinerja, dan perjalanan dinas.

Kontroversi Alumni LPDP

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Arya Iwantoro akan mengembalikan dana beasiswa LPDP yang telah diterimanya. Pengembalian ini terkait pelanggaran kewajiban mengabdi di Indonesia dan polemik yang melibatkan istrinya, Dwi Sasetyaningtyas.

"Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait ya, dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dia pakai dari LPDP ini termasuk bunganya loh," sebut Purbaya, dikutip dari unggahan di akun Instagram @metrotv, Selasa, 24 Februari 2026.

Selama tujuh tahun studi di Utrecht University, Belanda (S2: 2014-2016 dan S3: 2017-2022), Arya diperkirakan menghabiskan dana LPDP sekitar Rp5,5 miliar. Rinciannya:

  • Biaya studi pascasarjana (perkiraan 2025): EUR16.000-20.000 per tahun (maksimal Rp380 juta per tahun). Total biaya pendidikan: Rp2,6 miliar.
  • Benefit (tunjangan buku, seminar, publikasi jurnal, asuransi kesehatan, biaya hidup): Rp421 juta per tahun. Total benefit: Rp2,9 miliar.
  • Bantuan transportasi, visa, tesis (Rp40 juta), dan disertasi (Rp100 juta).

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Dwi Sasetyaningtyas yang bangga anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris, dengan kalimat yang dianggap merendahkan WNI. Warganet kemudian menyoroti status Arya Iwantoro sebagai penerima LPDP yang belum memenuhi kewajiban kontribusi di Indonesia.

Tyas telah meminta maaf atas ucapannya dan menyadari kesalahannya. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.

Recommended