Danantara Bentuk Anak Usaha Garap Proyek Sampah Jadi Listrik

Danantara akan membentuk anak usaha yang fokus pada proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (WtE).

Danantara Investment akan segera membentuk anak usaha yang bergerak di bidang Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pembentukan anak perusahaan ini diharapkan dapat segera terealisasi.

Menurut Director of Investments Danantara Investment Management, Fadli Rahman, anak usaha ini akan memegang 30% saham proyek WtE, bersama dengan Pemerintah Daerah dan PLN. Sisanya, 70% saham akan dimiliki oleh operator fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Anak usaha ini nantinya akan bertugas mengawasi kinerja proyek secara langsung, dengan menempatkan perwakilan di masing-masing perusahaan yang terlibat.

Danantara telah menunjuk Wangneng Environment Co.Ltd. dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co.Ltd, dua perusahaan asal China, sebagai mitra untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

"Jadi setelah kita memilih Mitra ini, Mitra ini akan membentuk bersama-sama dengan kami SPV anak perusahaan yang 70% mereka pegang, 30% kami pegang. Perusahaan ini nanti akan bekerjasama dengan Pemda. Melalui skema perjanjian kerja sama," terang Fadli.

Danantara menargetkan pembangunan empat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) selesai paling lambat Juli 2026. Proyek-proyek tersebut direncanakan berlokasi di Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.

Fadli menambahkan, groundbreaking proyek dapat dilakukan antara April hingga Juni 2026. Target pembangunan sendiri adalah mulai pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun. Namun, untuk proyek di Bekasi dan Denpasar, mitra menyanggupi penyelesaian lebih cepat.

"Kebetulan keduanya memang komitmennya lebih cepat. Janjinya by 2027 akhir itu kita terbangun, sudah COD. Untuk di Bekasi di awal 2028," terang Fadli.

Recommended