Milomir Seslija Desak Pemain Persis Solo Perbaiki Mental Jelang Degradasi

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menyoroti masalah psikologis pemain usai kalah dari Malut United dan terancam degradasi di pekan ke-31 Liga Indonesia.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, memberikan instruksi keras kepada para pemainnya di ruang ganti usai kekalahan telak 2-5 dari Malut United pada laga pekan ke-31 kompetisi kasta tertinggi Indonesia, yang berlangsung menjelang akhir musim 2025/2026.

Kekalahan pada pekan ke-31 tersebut memicu reaksi keras dari tim kepelatihan karena Laskar Sambernyawa kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara. Posisi ini menempatkan tim asal Solo tersebut di zona degradasi dengan selisih empat poin dari batas aman.

Dilansir dari Bola, Milomir Seslija menyatakan bahwa kekalahan besar tersebut bukan sekadar masalah jumlah gol yang masuk ke gawang. Ia menilai ada penurunan daya juang dan efisiensi permainan yang sangat signifikan dari para penggawa Persis Solo di lapangan.

"Saya belum pernah melihat permainan seperti ini. Ini adalah salah satunya masalah, bukan tentang jumlah golnya. Karena kita kebobolan karena semuanya membuat kesalahan. Ini masalah efisiensi," kata Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.

Selain aspek teknis, juru taktik berusia 61 tahun itu menekankan adanya gangguan psikologis yang menghambat performa tim. Menurutnya, beban pikiran pemain menjadi kendala utama yang harus segera dibersihkan agar mereka bisa menikmati kembali jalannya pertandingan.

Persis Solo kini menyisakan tiga pertandingan krusial untuk menentukan nasib mereka di kasta tertinggi. Jadwal sisa musim mempertemukan Laskar Sambernyawa dengan Persebaya Surabaya pada pekan ke-32, diikuti laga kontra Dewa United dan Persita Tangerang.

Meskipun situasi saat ini sulit, pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut tetap optimistis bahwa anak asuhnya mampu menyapu bersih poin di tiga laga terakhir. Ia menegaskan bahwa peluang untuk lolos dari ancaman degradasi masih terbuka lebar bagi timnya.

Milo berharap ketajaman lini depan dan fokus pertahanan kembali pulih sebelum menghadapi Persebaya Surabaya. Manajemen dan tim kepelatihan kini berfokus pada pemulihan mental pemain agar tidak bermain secara individu dalam upaya mengamankan posisi klub.

Recommended