Penampilan Maarten Paes saat menjalani debut bersama Ajax Amsterdam dalam pertandingan melawan NEC Nijmegen, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB, menuai sorotan tajam dari seorang jurnalis Belanda. Kiper Timnas Indonesia tersebut menjalani laga perdananya sejak bergabung dengan Ajax pada bursa transfer musim dingin 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Johan Cruyff ArenA itu berakhir imbang 1-1. Paes menjadi starter menggantikan Vitezslav Jaros yang cedera.
Meskipun tampil percaya diri dan melakukan penyelamatan krusial, Paes tak luput dari kritikan. Ajax sempat unggul melalui gol Mika Godts pada menit ke-39, namun keunggulan itu sirna setelah Darko Nejasmic menyamakan kedudukan pada menit ke-57.
Maarten Paes tercatat melakukan tujuh penyelamatan penting dalam laga debutnya tersebut.
Valentijn Driessen, jurnalis dan komentator olahraga Belanda, melontarkan kritik terhadap penampilan Maarten Paes. Dalam podcast "Kick-Off De Telegraaf", ia mengaku tidak terkesan dengan penampilan kiper berusia 27 tahun itu.
"Dia (Maarten Paes) menyelamatkan beberapa bola bagus, tetapi dia kadang-kadang menimbulkan masalah bagi bek-beknya dengan permainan membangun serangannya. Kakinya 'tidak terlalu yakin'," ujar Driessen dikutip dari Football Transfers.
Sorotan pada Bola Mati
Setelah pertandingan melawan NEC, Maarten Paes menyoroti pekerjaan rumah Ajax, terutama dalam menghadapi bola mati. Gol balasan NEC memang berawal dari sepak pojok. Driessen sependapat dengan Paes mengenai kerentanan Ajax dalam situasi set piece.
"Dan dalam sepak pojok, apa yang terjadi pada semua kiper Ajax sebenarnya adalah apa yang terjadi. Ini adalah potensi kebobolan," kata Driessen.
"Mereka tidak menggunakan penjagaan man-to-man, mereka menggunakan penjagaan zona. Semua orang berada di zona tertentu. Gol balasan NEC itu sebenarnya tidak perlu terjadi," ulasnya.
Paes sendiri menggantikan posisi yang ditinggalkan Remko Pasveer yang hijrah ke Heracles Almelo, serta cederanya Vitezslav Jaros. Ia dinilai lebih bisa diandalkan ketimbang dua kiper muda Ajax lainnya.