Perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, resmi meluncurkan model AI terbaru bernama DeepSeek V4 di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026. Model ini dirancang khusus untuk beroperasi menggunakan chipset Ascend milik Huawei guna mengurangi ketergantungan industri teknologi domestik terhadap GPU Nvidia asal Amerika Serikat.
Integrasi dengan perangkat keras lokal ini menandai pergeseran besar dalam strategi pengembangan AI Tiongkok. Dilansir dari Medcom, DeepSeek V4 mengoptimalkan penggunaan chipset Huawei untuk seluruh proses operasional, berbeda dengan generasi terdahulu yang masih mengandalkan infrastruktur CUDA milik Nvidia.
Langkah kemandirian teknologi ini diambil menyusul adanya pengetatan regulasi ekspor teknologi canggih dari Amerika Serikat yang membatasi akses Tiongkok terhadap pasokan GPU global. Kondisi tersebut mempercepat adopsi solusi domestik dalam pembangunan ekosistem AI berskala besar di negara tersebut.
DeepSeek merilis model terbaru ini dalam dua varian utama, yakni versi Pro dan versi Flash. Varian Pro difokuskan untuk menangani beban kerja kompleks seperti penalaran mendalam dan pemrograman, sementara versi Flash ditujukan bagi pengguna yang memerlukan efisiensi sumber daya tinggi.
Model DeepSeek V4 juga memiliki keunggulan teknis berupa kapasitas pemrosesan konteks teks yang sangat besar. Sistem ini mampu mengolah hingga lebih dari satu juta token, yang menempatkannya sebagai salah satu model dengan daya pemahaman teks paling luas di pasar saat ini.
Meskipun performa chipset Huawei dinilai belum sepenuhnya setara dengan teknologi terbaru Nvidia, inisiatif ini dipandang sebagai fondasi krusial bagi kedaulatan digital Tiongkok. Pengembangan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan industri AI global jika tren penggunaan perangkat keras lokal terus berlanjut.