Perusahaan teknologi asal Tiongkok, DeepSeek, resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bertajuk DeepSeek V4 dalam versi preview pada Sabtu (25/4/2026) di Jakarta. Model ini hadir dengan format open weights dan akses API untuk memberikan fleksibilitas bagi para pengembang global.
Dilansir dari Medcom, peluncuran DeepSeek V4 bertujuan memperkuat ekosistem AI terbuka guna menyaingi model tertutup milik raksasa teknologi seperti OpenAI dan Google. Pembaruan utama model ini mencakup dukungan panjang konteks hingga 1 juta token.
Kapasitas token yang besar tersebut memungkinkan sistem memproses dokumen yang sangat panjang serta menangani alur percakapan kompleks secara lebih efektif. DeepSeek menghadirkan dua varian utama untuk model ini, yakni versi Pro dan versi Flash.
Varian Pro difokuskan untuk menangani beban kerja dengan performa tinggi, sementara varian Flash dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi biaya operasional. DeepSeek mengeklaim bahwa efisiensi komputasi menjadi salah satu keunggulan kompetitif utama pada generasi V4 ini.
Pengembang dapat mengintegrasikan teknologi ini langsung ke berbagai aplikasi melalui dukungan API yang telah disediakan. Langkah ini dinilai memfasilitasi pembuatan agen AI mandiri yang mampu menjalankan instruksi rumit tanpa campur tangan manusia secara terus-menerus.
Dalam pengujian performa, model V4 dilaporkan menunjukkan kemampuan yang kompetitif dalam bidang pemrograman (coding) dan penalaran logika. Meski demikian, kemampuan sistem ini disebut masih berada sedikit di bawah model proprietary paling mutakhir yang ada saat ini.
Strategi pengembangan DeepSeek juga mencakup dukungan terhadap perangkat keras lokal, termasuk penggunaan chipset produksi Huawei. Upaya ini merupakan bagian dari langkah Tiongkok untuk membangun ekosistem teknologi mandiri dan mengurangi ketergantungan pada vendor asing di tengah situasi geopolitik global.
Kehadiran DeepSeek V4 dengan skema open weights memberikan akses lebih transparan terhadap parameter model bagi komunitas pengembang. Hal ini sekaligus mempertegas persaingan antara model kecerdasan buatan sumber terbuka dengan sistem tertutup di pasar internasional.