Deni Arif dan Deni Daffa Jalani Beasiswa Latihan di UFC PI Shanghai

Dua petarung MMA Indonesia, Deni Arif dan Deni Daffa, mencetak sejarah sebagai penerima beasiswa latihan intensif di UFC Performance Institute Shanghai.

Dua petarung mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Deni Arif dan Deni Daffa, menjalani program latihan intensif lewat jalur beasiswa di UFC Performance Institute (PI) Shanghai, Tiongkok, untuk mendalami teknik olahraga tarung tingkat elite.

Kesempatan berharga ini menjadikan mereka sebagai dua orang Indonesia pertama yang berhasil menembus fasilitas pelatihan global milik UFC tersebut. Berdasarkan laporan dari Bola, kedua atlet ini mengikuti program penguatan fisik serta pengondisian di bawah arahan langsung tim pelatih elite dunia.

Melalui sesi bincang media via Zoom pada Kamis (21/05/2026), Deni Arif membagikan rincian mengenai kurikulum serta materi teknik spesifik yang didapatkannya bersama sang adik selama berada di lokasi pelatihan.

"Jadi kita mengenal dasarnya, ternyata bisa dikulik lebih dalam lagi. Jadi kita dapat pengetahuan-pengetahuan baru di sini, ilmu kita pun bertambah. Tidak cuma di dasar-dasar saja," kata Deni Arif.

Meskipun materi yang diberikan sangat mendalam, Deni Arif mengaku proses adaptasi berjalan lancar tanpa kendala fisik yang berarti.

"Cuma kalau untuk keteteran, di awal-awal dia kasih tahu teknik, kita baru dapat pembelajaran baru, teknik baru, mungkin kita pelajari dulu. Tapi lama-lama tidak terlalu sulit bisa mengikutinya," tambah Deni Arif.

Mengenai proses seleksi beasiswa, petarung dengan rekor profesional 6-2-0 ini menjelaskan bahwa kesempatan emas ini diperoleh berkat performa impresif mereka pada laga internasional tahun lalu.

"Kebetulan kami lolos ke sini, karena penampilan kami kemarin di bulan November tahun lalu." ujar Deni Arif.

Pihak pencari bakat dari UFC PI langsung memantau performa mereka setelah berhasil menumbangkan perwakilan tuan rumah dalam ajang pembuktian tersebut.

"Jadi kami diadu, fighter Indonesia dengan fighter Cina. Kebetulan kami dua orang yang menang dari Indonesia. Dan mereka lihat, UFC PI-nya lihat, dan ditarik kami ikut beasiswa di UFC PI ini," lanjut Deni Arif.

Pasca mengamankan kemenangan atas Jin Cheng di ajang One Pride MMA 88, Deni Arif kini membidik sabuk juara domestik dan merasa beasiswa ini mendongkrak kesiapannya secara signifikan.

"Sebenarnya kalau untuk sabuk, latihan di manapun saya siap sekarang. Diadu dengan siapapun untuk perebutan sabuk, untuk saat ini saya siap." kata Deni Arif.

Dirinya meyakini bahwa porsi latihan modern yang diperoleh akan memunculkan kualitas bertarung yang jauh lebih matang saat kembali ke oktagon nanti.

"Cuma dengan kita latihan di UFC PI, tentunya ada hal-hal baru yang kita dapat. Mulai dari segala macam ilmu, pengetahuan, teknik, dan lain-lain." tutur Deni Arif.

Kombinasi materi baru ini diyakini akan memperkaya strategi bertandingnya di masa depan.

"Jadi saya rasa kemungkinan akan ada Deni Arief yang berbeda versi yang lain dari sebelumnya. Dengan pola permainan yang ditambah-tambah lagi," tambah Deni Arif.

Hubungan darah sebagai kakak-adik juga memberikan keuntungan tersendiri karena mereka turun di kelas berat yang sama, yakni 70 kilogram.

"Kebetulan juga kami satu kelas, sama-sama main nanti di 70kg. Jadi pasangan pun di sini kebanyakan berduanya," ungkap Deni Arif.

Kebersamaan di satu apartemen dan fasilitas yang sama membantu keduanya untuk saling mengoreksi teknik baru serta menjaga motivasi selama masa beasiswa.

"Untuk teknik-teknik yang baru, jadi kita saling belajar, saling mengingatkan juga, terus istirahat, satu apartemen juga, jadi saling membantu." jelas Deni Arif.

Proses perkembangan karier ini dinilai menjadi momentum penting bagi ikatan persaudaraan mereka di dunia olahraga profesional.

"Seperti kakak adik pada umumnya. Hampir sama, soalnya kita satu kondisi juga, kalau saya lebih ke tumbuh sama-sama, berproses sama-sama, menjadi lebih baik sama-sama, menjadi lebih kuat sama-sama, dan lebih sukses sama-sama," tambah Deni Arif.

Recommended