Penemuan deposit emas dengan kadar tinggi di China menjadi sorotan para ahli geologi. Lokasi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia ini berada di wilayah tambang Wangu, Provinsi Hunan, China tengah.
Dilansir dari Daily Galaxy, Kamis (26/3/2026), cadangan emas di lokasi ini diperkirakan lebih dari 1.000 ton. Nilainya mencapai sekitar USD 83 miliar, atau setara dengan Rp 1,4 kuadriliun. Emas ini ditemukan pada kedalaman lebih dari 2 kilometer, dengan identifikasi setidaknya 40 urat emas.
Kondisi unik terlihat pada sampel batuan yang diambil. "Banyak inti batuan hasil pengeboran menunjukkan emas yang terlihat," kata Chen Rulin, prospektor dari Biro Geologi Provinsi Hunan.
Chen Rulin menjelaskan bahwa kondisi ini cukup langka dan mengindikasikan kadar emas yang sangat tinggi. Kualitas emas pada deposit ini juga terbilang luar biasa. Salah satu sampel bahkan memiliki kandungan emas mencapai 138 gram per ton batuan.
Sebagai perbandingan, tambang emas komersial pada umumnya memiliki kadar di bawah 10 gram per ton. Artinya, lokasi ini jauh lebih kaya dan efisien untuk ditambang. Liu Yongjun, Wakil Kepala Biro Geologi Hunan, menyatakan bahwa teknologi modern memegang peranan penting dalam penemuan ini.
Liu Yongjun menambahkan, "Teknologi eksplorasi baru, termasuk pemodelan geologi 3D, digunakan untuk memetakan urat-urat emas."
Indikasi emas juga ditemukan di area sekitar, yang membuka peluang cadangan yang lebih besar lagi. Jika estimasi ini terbukti, deposit ini berpotensi melampaui tambang emas terbesar saat ini, seperti South Deep di Afrika Selatan.
Penemuan ini berpotensi memperkuat posisi China sebagai produsen emas terbesar dunia, sekaligus mengubah peta industri emas global. Meski demikian, para ahli menekankan perlunya verifikasi lebih lanjut dari sisi teknis dan keekonomian penambangan.