Desa Benteng di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil mengembangkan konsep edu-agrotourism untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga melalui sektor pertanian dan wisata edukasi pada Rabu, 6 Mei 2026.
Transformasi desa seluas 248,5 hektare ini mengandalkan potensi lahan subur, termasuk 82 hektare persawahan, yang kini dikelola menjadi destinasi wisata tematik berbasis masyarakat.
Keberhasilan pengelolaan ini membuat Desa Benteng terpilih sebagai salah satu dari lima desa terbaik dalam program pemberdayaan desa nasional pada 2022, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Ketua Unit Pengelola Desa Wisata Benteng, Wahyu Syarief Hidayat, menjelaskan bahwa pengembangan desa ini berawal dari ide kepala desa pada 2015 untuk mengenalkan dunia pertanian kepada masyarakat luas.
"Ide ini bermula sejak 2015 saat rekan saya, Faka Harika, jadi Kepala Desa Benteng periode I tahun 2014-2020. Dia mantan pelaut punya pengalaman 15 tahun keliling mancanegara, jadi paham soal wisata," ujar Wahyu Syarief Hidayat, Ketua Unit Pengelola Desa Wisata Benteng.
Wahyu, yang sebelumnya merupakan pedagang pakaian, bergabung mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setelah usahanya terdampak tren penjualan daring pada 2018.
Sejak mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan pada 2020, desa ini fokus mengembangkan produk unggulan seperti Kampung Cassava yang mengolah singkong menjadi tepung mokaf untuk meningkatkan nilai jual.
Selain itu, terdapat kelompok tani yang mengelola wisata petik jambu kristal, di mana pengunjung dapat belajar teknik mencangkok hingga memanen buah langsung di lokasi.
Pada tahun 2023, Desa Benteng menerima dana hibah sebesar Rp1 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas fisik seperti gapura tematik, pengembangan wisata sungai, dan perbaikan sarana UMKM.
Hingga saat ini, desa tersebut memiliki lebih dari 15 titik wisata edukasi yang mencakup budidaya lele bioflok, kerajinan batik ecoprint, hingga pengelolaan bank sampah ramah lingkungan.
Dampak ekonomi dari pengembangan ini juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM lokal, seperti perajin Batik Ciwitan yang kini rutin menerima kunjungan studi dari berbagai negara termasuk Jepang dan Kanada.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa program pembinaan ini bertujuan mendorong desa mengoptimalkan potensi ekonomi secara berkesinambungan melalui layanan keuangan dan teknologi digital.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya juga telah menetapkan Desa Benteng sebagai Desa Mandiri pertama di wilayah Kecamatan Ciampea atas konsistensi pengembangan potensi lokalnya.