Dewa United memiliki misi penting untuk memenangkan pertandingan dengan selisih minimal dua gol saat menjamu Manila Digger. Pertandingan leg kedua perempat final AFC Challenge League 2025/2026 ini akan menjadi penentu langkah mereka.
Ivar Jenner dan rekan-rekannya akan bermain di hadapan pendukung sendiri di Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis (12/3/2026) malam WIB.
Pada leg pertama, Banten Warriors harus mengakui keunggulan Manila Digger dengan skor tipis 0-1 di Stadion Rizal Memorial. Gol tunggal dari Kenji Nishioka membuat Dewa United harus bekerja keras di kandang sendiri.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, telah menganalisis kekalahan tersebut dan optimistis timnya dapat membalikkan keadaan. Ia yakin 90 menit di kandang akan menjadi momentum bagi Dewa United untuk meraih kemenangan.
Riekerink menyoroti perbedaan filosofi permainan antara kedua tim. Menurutnya, Manila Digger mengandalkan duel fisik dan daya juang tinggi. Dewa United membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan tersebut.
"Hal seperti itu sebenarnya sudah bisa diantisipasi sebelum pertandingan. Namun, kami memang tidak terbiasa menghadapi lawan dengan karakter seperti ini, sehingga pada sekitar tiga puluh menit pertama kami harus benar-benar menyesuaikan diri," tutur Jan Olde Riekerink dikutip dari laman resmi Dewa United.
Meskipun kalah di leg pertama, Riekerink melihat banyak hal positif dari penampilan timnya, terutama di babak kedua. Ia berharap timnya dapat mempertahankan dominasi dan menciptakan lebih banyak peluang di leg kedua.
"Kami memang tertinggal 0-1, tetapi bahkan jika pertandingan pertama berakhir 0-0 pun kami tetap harus mencetak satu gol. Jadi situasinya tidak banyak berubah. Tugas pertama kami tetap sama, yaitu mencetak gol," tambahnya.
Riekerink menekankan pentingnya kolektivitas tim dan pergerakan tanpa bola sebagai kunci permainan Dewa United. Ia menilai pendekatan ini sudah mulai terlihat di babak kedua leg pertama dan harus dipertahankan di leg kedua.
"Gaya bermain kami pada dasarnya menekankan pergerakan tanpa bola, penguasaan bola, kerja sama tim, serta sirkulasi permainan dari sisi kiri ke kanan untuk menempatkan pemain yang tepat di area dan ruang yang tepat," ungkap pelatih 63 tahun.