PT Pertamina (Persero) tetap menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, melalui Fuel Terminal Dobo pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di daerah pelosok meskipun harus menghadapi tantangan geografis yang berat.
Hambatan utama dalam distribusi energi di wilayah tersebut adalah kondisi cuaca yang sering berubah secara mendadak. Dilansir dari Detik Finance, durasi pengiriman yang dalam kondisi normal hanya memakan waktu dua hingga tiga hari, dapat membengkak hingga 14 hari atau dua minggu saat cuaca buruk melanda laut Maluku.
Supervisor 1 Receiving, Storage, and Distribution (RSD) Fuel Terminal Dobo, Gigi Aji Cicaksono, menjelaskan bahwa pihaknya merupakan garda terdepan dalam memastikan ketersediaan energi. Proses dimulai dari penerimaan pasokan BBM melalui kapal tanker milik Pertamina yang kemudian disimpan dalam tangki timbun di Fuel Terminal Dobo.
"Jadi dari proses penerimaan tadi, kami salurkan melalui pool tengki. Kemudian dari mobil tengki, disalurkan lagi ke kapal-kapal untuk didistribusikan ke SPBU-SPBU yang ada di seluruh pulau di Kabupaten Kepulauan Aru," ujar Gigi Aji Cicaksono dalam acara PertaminaTalks di Menara Bank Mega.
Selain kendala logistik, Pertamina menekankan pentingnya menjaga kualitas produk yang sampai ke tangan konsumen. Perusahaan menerapkan standar pengawasan ketat dari titik serah terima hingga mencapai lembaga penyalur resmi di pulau-pulau terpencil.
Guna memitigasi risiko kontaminasi atau kecurangan selama perjalanan, Pertamina melakukan penyegelan pada setiap mobil tangki yang beroperasi. Hal ini bertujuan agar kualitas BBM yang diterima masyarakat di pelosok Dobo memiliki spesifikasi yang identik dengan BBM yang dijual di Jakarta maupun kota besar lainnya.
Kehadiran negara melalui distribusi energi ini dianggap vital karena BBM menjadi motor penggerak utama aktivitas ekonomi di Kepulauan Aru. Hingga saat ini, pengawasan di titik suplai SPBU terus diperketat untuk menjamin ketersediaan stok bagi kebutuhan masyarakat setempat.