Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Provinsi Pendorong Ekonomi Digital dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Sultan pada Jumat, 17 April 2026.
Apresiasi yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom ini bertujuan memberikan panggung bagi institusi dan individu yang memperkuat literasi serta konektivitas digital. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, DIY terpilih berkat pendekatan unik melalui konsep Jogja Smart Province (JSP) yang mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai budaya.
Implementasi kebijakan ekonomi digital di DIY diwujudkan melalui platform SiBakul Jogja yang berfungsi sebagai pusat pasar digital bagi UMKM. Program ini mencakup pendataan, kurasi, pemasaran, hingga subsidi biaya kirim dan pemberian akses internet bagi klaster usaha kecil serta penyandang disabilitas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY per Februari 2026, integrasi platform digital memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor informasi dan komunikasi menyumbang 0,64 persen terhadap pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2025 yang mencapai 5,49 persen.
Capaian digitalisasi juga terlihat dari adopsi sistem pembayaran nontunai yang sangat masif di wilayah tersebut. Hingga September 2025, nilai transaksi QRIS di DIY mencapai Rp41,09 triliun dengan pertumbuhan sebesar 237,19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Provinsi ini juga menempati peringkat kelima dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dengan skor 51,13. Angka ini melampaui rata-rata nasional sebesar 44,53 yang didukung oleh infrastruktur digital kuat dan kompetensi masyarakat yang mumpuni.
Dalam pelaksanaannya, Jogja Smart Province kini memasuki fase kedua (2022-2027) yang berfokus pada pembangunan ekosistem berpusat pada manusia. Melalui platform Menunggal Raharja, pemerintah daerah melakukan integrasi data untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan mengatasi masalah kemiskinan.
Pemerintah DIY saat ini mulai menggeser fokus dari sekadar pencapaian output menjadi pengukuran dampak nyata melalui umpan balik masyarakat. Program keberlanjutan juga diperkuat lewat penyediaan Wi-Fi publik gratis hingga ke tingkat kelurahan dan sekolah di seluruh wilayah Yogyakarta.