dr. Theofanus Mario Chandra, lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya, mempresentasikan hasil risetnya dalam konferensi internasional The 26th WONCA Asia Pacific Regional Conference 2025 di Busan, Korea Selatan. Prestasi akademik di kancah global tersebut dilaporkan pada Kamis (30/4/2026) sebagai bagian dari kontribusinya di bidang kesehatan masyarakat.
Dilansir dari Medcom, Mario membawakan studi kasus mengenai peran dokter layanan primer dalam pengembangan layanan transisi bagi pasien penyakit kronis. Capaian ini menjadi puncak dari rangkaian aktivitas riset yang ia tekuni sejak menempuh pendidikan sarjana hingga masa pendidikan profesi dokter.
Perjalanan pendidikan Mario selama enam tahun mencakup tahap preklinik, program profesi (koas), hingga Uji Kompetensi Nasional. Selama masa pandemi COVID-19 tahun 2020, ia menghadapi tantangan besar dalam menguasai keterampilan medis yang harus dipelajari secara daring melalui praktik mandiri kepada keluarga.
Ketertarikan Mario pada dunia riset bermula saat ia menyusun skripsi yang kemudian mendorongnya mendalami metode penelitian secara serius. Sebelum berangkat ke Busan, ia juga tercatat pernah menjadi presenter oral di Medan Family Medicine Forum dan Jakarta Family Medicine Meeting dengan fokus pada hipertensi remaja serta diabetes.
Pengalaman klinis di Sukabumi memberikan perspektif tambahan bagi Mario mengenai keterbatasan akses edukasi kesehatan di daerah. Kondisi tersebut memperkuat visinya untuk aktif meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat tempatnya berkarier saat ini.
"Menjadi dokter itu bukan hanya soal pintar, tapi juga soal kesiapan untuk belajar dan melayani," kata dr. Mario Chandra, lulusan FKIK Unika Atma Jaya angkatan 2019. Penegasan ini disampaikan sebagai pesan bagi calon mahasiswa kedokteran agar menyiapkan mental dan memahami tujuan profesi tersebut.
Selain pencapaian akademik, Mario memanfaatkan kegiatan non-akademik seperti grup musik kampus untuk menjaga keseimbangan selama masa studi yang padat. Ia kini fokus mengembangkan program-program peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui jalur ilmu kesehatan masyarakat.