Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, mengungkapkan perbedaan signifikan dalam popularitas olahraga hoki di Malaysia dibandingkan dengan Indonesia. Menurutnya, antusiasme masyarakat Malaysia terhadap hoki jauh lebih besar.
Dharma Raj bahkan berkelakar bahwa dirinya lebih dikenal di Malaysia dibandingkan Ong Kim Swee, pelatih sepak bola yang pernah melatih Timnas Malaysia dan kini berkarier di Indonesia. Hal ini menggambarkan betapa olahraga hoki sangat digemari di Negeri Jiran.
"Olahraga hoki sangat populer di Malaysia. Gampangnya seperti ini. Kan ada Ong Kim Swee yang datang ke sini (Indonesia) untuk menjadi pelatih sepak bola lokal, kan dia pernah jadi pelatih Timnas sepak bola Malaysia juga," ujarnya.
"Dia (Ong Kim Swee) pelatih Timnas, dia juga satu angkatan sama saya di sekolah. Tapi kalau antara saya dengan dia di Malaysia, saya jauh lebih populer dari dia," ucap Dharma Raj sambil tersenyum.
Dharma Raj secara terbuka membandingkan kondisi hoki di kedua negara. Ia menyatakan bahwa hoki belum mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.
"Indonesia memang sama sekali enggak melihat hoki sebagai olahraga terkenal ya. Hari ini saya keluar ke jalanan, 10 orang yang lihat saya di Indonesia sama sekali enggak ada satu pun yang kenal saya," katanya.
"Tapi kalau di Malaysia itu banyak yang kenal. 10 orang yang ada di jalanan, pastinya tujuh atau delapan kenal saya. Ya itulah olahraga hoki," imbuh dia.
Perjalanan Karier Dharma Raj
Selain membahas popularitas, Dharma Raj juga mengenang perjalanan kariernya sebagai atlet hoki. Ia menekankan bahwa dirinya memiliki rekam jejak yang cukup baik sejak usia muda.
"Saya sebenarnya yang macam orang bilang punya CV luar biasa sebagai atlet. Karena saya sejak U-21 jadi kapten provinsi saya, U-15 kapten, U-18 kapten, dan U-21 kapten," ungkap Dharma Raj.
"Makanya saya dari kecil dianggapnya seorang anak yang berbakat. Umur 17 tahun, saya sudah masuk ke timnas dan bermain di Piala Dunia Remaja U-21, jadi sudah di dalam timnas yang begitu lama," sambungnya.
Pengalaman di Olimpiade Barcelona 1992
Salah satu momen paling tak terlupakan dalam kariernya adalah ketika ia berpartisipasi dalam Olimpiade Barcelona 1992. Ia menjadi salah satu pemain termuda Malaysia yang berlaga di ajang olahraga paling bergengsi di dunia.
"Saya masuk tim nasional saat umur 23 tahun dan saya sudah mewakili Olimpiade. Menjadi salah satu pemain termuda untuk mewakili Olimpade 1992 di Barcelona," tuturnya.
Meskipun demikian, Dharma Raj mengakui sempat merasakan kekecewaan karena Malaysia hanya mampu meraih peringkat kesembilan saat itu, meskipun itu merupakan pencapaian terbaik mereka.
"Sepertinya di Olimpiade itu kita finis di peringkat kesembilan dan itu jadi pencapaian terbaik Malaysia. Untuk saya waktu itu saya merasakan kecewa karena latihan begitu keras tapi cuma bisa mendapat tempat yang kesembilan," kenangnya.
Investasi Besar Malaysia untuk Hoki
Setelah lebih dari dua dekade, Dharma Raj melihat pencapaian tersebut dari perspektif yang berbeda. Ia menyoroti sulitnya Timnas Hoki Malaysia untuk kembali tampil di Olimpiade.
"Terakhir Malaysia bermain di Olimpiade tahun 2000. Sampai tahun 2025 Malaysia itu menghabiskan miliaran untuk kembali bermain di Olimpiade," sebut Dharma Raj.
"Sudah hampir 25 tahun mereka enggak lolos lagi. Berapa banyak uang mereka belanja itu hampir 80 miliar mungkin setahun untuk hoki," pungkasnya.