Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan signifikan terhadap mata uang rupiah. Pada pembukaan perdagangan hari ini, mata uang Paman Sam tersebut berhasil mencapai level Rp 17.000-an.
Kondisi ini terjadi pada Selasa, 7 April 2026, di mana dolar AS tercatat berada di posisi Rp 17.078. Penguatan ini, yang dikutip dari data Bloomberg, menunjukkan kenaikan 43,00 poin atau sekitar 0,25% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Pergerakan dolar AS tidak hanya menguat terhadap rupiah. Di kawasan Asia-Pasifik, mata uang tersebut juga cenderung menguat terhadap beberapa mata uang lainnya. Dolar AS tercatat naik 0,18% terhadap won Korea Selatan.
Meskipun demikian, ada beberapa pengecualian di mana dolar AS mengalami pelemahan. Nilai tukar dolar AS diketahui melemah 0,04% terhadap rupee India. Di sisi lain, terjadi penguatan sebesar 0,16% terhadap dolar Singapura.
Penguatan dolar AS juga terlihat jelas terhadap ringgit Malaysia, dengan kenaikan 0,24%, serta terhadap peso Filipina yang naik 0,32%. Hal ini menunjukkan dominasi dolar AS di pasar mata uang regional.
Selain itu, dolar AS mengalami kenaikan 0,10% terhadap yuan China dan 0,13% terhadap yen Jepang. Namun, dolar AS justru sedikit melemah 0,01% terhadap dolar Hong Kong. Sementara itu, terhadap baht Thailand, dolar AS menguat 0,37%.