Dolar AS Menguat ke Rp 17.104, Rupiah Melemah pada 13 April 2026

Nilai tukar dolar AS menguat 0,08% terhadap rupiah ke level Rp 17.104 pada Senin (13/4/2026) pagi, seiring tren penguatan dolar global.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat secara signifikan terhadap rupiah pada Senin (13/4/2026) pagi. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil mencapai level Rp 17.104, menandakan kenaikan sebesar 14 poin atau setara 0,08%.

Kondisi pelemahan rupiah ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga dibuka di zona merah, turun 0,65% ke 7.410,8 pada awal perdagangan Senin. Berdasarkan data dari Bloomberg, pelemahan rupiah ini terjadi pada pukul 08.57 WIB.

Tak hanya terhadap rupiah, penguatan dolar AS juga terlihat pada sejumlah mata uang utama lainnya di pasar global. Dolar AS tercatat menguat terhadap yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, yuan China, pound sterling, serta euro.

Secara lebih rinci, dolar AS naik 0,27% terhadap yen Jepang dan menguat 0,45% terhadap dolar Australia. Sementara itu, dolar AS juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,21% terhadap dolar Singapura, seperti dilansir dari Detik Finance.

Penguatan dolar AS juga merambat ke mata uang Asia lainnya, yakni yuan China, di mana terjadi kenaikan 0,08%. Terhadap mata uang Eropa, pound sterling dan euro, dolar AS masing-masing menguat sebesar 0,46% dan 0,33%.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini telah menjadi tren dalam beberapa waktu terakhir, bahkan tercatat turun sekitar 0,73% secara mingguan pada akhir perdagangan Jumat (10/4/2026). Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan ini berasal dari sentimen domestik yang negatif.

Lukman juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap data fundamental ekonomi Indonesia yang melemah, seperti cadangan devisa, kinerja perdagangan, defisit anggaran, serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh Bank Dunia. "Investor kembali mengkhawatirkan data-data fundamental Indonesia yang lemah seperti cadangan devisa, kinerja perdagangan, defisit anggaran dan juga downgrade pertumbuhan ekonomi oleh bank dunia," kata Lukman.

Menurut Lukman, data ekonomi terbaru memperkuat tekanan ini. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 turun menjadi 122,9 dari 125,2 pada bulan sebelumnya, level terendah sejak Oktober 2025.

Penurunan tersebut dipicu oleh ekspektasi yang melemah terhadap kondisi ekonomi, pendapatan, dan ketersediaan lapangan kerja. Selain itu, penjualan mobil wholesales pada Maret 2026 hanya mencapai 61.271 unit, turun 13,8% secara tahunan.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, terutama dinamika di Timur Tengah. Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp 17.050 – Rp 17.200 per dolar AS pada Senin (13/4/2026).

Recommended