Masa depan pelatih Persik Kediri Marcos Reina menjadi sorotan menjelang pertandingan terakhir kompetisi BRI Super League 2025/2026 bergulir.
Kepastian mengenai kelanjutan karier arsitek tim asal Spanyol tersebut di kota Kediri dijawab secara diplomatis, seperti dilansir dari Bola.
"Saya merasa nyaman di sini. Saya banyak belajar tentang kultur dan pemain lokal Indonesia. Karakter mereka, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, dan hubungan secara profesional," kata Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.
Pernyataan tersebut mengindikasikan keinginan kuat dari pria berusia 41 tahun itu untuk tetap berkiprah di sepak bola tanah air pada masa mendatang.
"Dengan pengetahuan tersebut, banyak hal yang akan membantu saya di masa depan. Jadi, saya sangat berterima kasih untuk itu," jelas Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.
Mantan asisten pelatih tersebut didatangkan manajemen Macan Putih demi mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Ong Kim Swee karena pulang ke Malaysia.
Reina tercatat mulai menukangi Persik sejak pekan ke-15, dan laga penutup melawan Persebaya pada 23 Mei nanti akan menggenapi penampilannya menjadi 21 pertandingan.
Dari 20 laga yang sudah dilewati, ia membukukan catatan berupa tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan 10 kekalahan.
"Soal masa depan saya di Persik, kita akan melihat apa yang terjadi nanti. Kami selesaikan satu pertandingan melawan Persebaya dulu. Ini derby yang pasti sangat menarik. Kamibelum ada pembicaraan kontrak baru. Tapi, pengalaman setengah musim di Super League pasti akan membantu saya untuk berkembang di Indonesia," ujar Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.
Selain fokus pada kompetisi domestik, juru taktik kelahiran Sant Cugat del Vallès ini juga memprediksi Spanyol dan Prancis sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026 serta memuji performa Lamine Yamal.
Bergabung dengan klub besar di Indonesia diakui Reina sebagai sebuah kebanggaan tersendiri dalam rekam jejak karier kepelatihannya.
Walaupun datang saat kompetisi sudah berjalan separuh musim, ia tetap berupaya mendongkrak performa tim agar bisa finis di posisi terbaik pada klasemen akhir.