Donald Trump Nyatakan Niat Rebut Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran

Mantan Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginan untuk merebut Pulau Kharg, pusat 90% ekspor minyak Iran, memicu pertanyaan.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terang-terangan mengungkapkan ambisinya untuk mengambil alih minyak Iran. Ia bahkan mempertimbangkan untuk merebut Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama bagi negara tersebut. Pernyataan ini sontak memicu beragam pertanyaan dari publik AS.

Donald Trump menuturkan, "Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan 'mengapa Anda melakukan itu?' Mereka orang bodoh," demikian ia sampaikan, seperti dikutip dari CNBC pada Senin (30/3/2026).

Trump menyamakan rencana tersebut dengan upaya AS untuk mengendalikan industri minyak Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu. Menurutnya, AS memiliki banyak opsi strategis, termasuk kemungkinan menguasai Pulau Kharg dari Iran dalam jangka waktu tertentu.

Ia melanjutkan, "Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu."

Pulau Kharg adalah fasilitas vital yang menangani sekitar 90% volume ekspor minyak Iran. Negara tersebut sangat bergantung pada sektor minyak sebagai fondasi utama perekonomiannya. Pulau ini merupakan daratan karang seluas sepertiga Manhattan, AS, dan berjarak sekitar 25 kilometer dari pesisir Iran di Teluk Persia.

Pulau ini dikenal sebagai "Pulau Terlarang" karena pengawasan militer yang sangat ketat. Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dari ladang-ladang utama Iran, seperti Ahvaz, Marun, dan Gachsaran, dialirkan melalui pipa menuju pulau ini. Dilansir dari Reuters, Iran menyumbang sekitar 4,5% pasokan minyak global, dengan produksi harian mencapai 3,3 juta barel minyak mentah serta 1,3 juta barel kondensat dan cairan lainnya.

Sejak lama, Pulau Kharg menjadi pilar ekonomi Iran yang tak tergantikan. Dokumen CIA tahun 1984 bahkan menyebut fasilitas di pulau ini sebagai yang paling krusial dalam sistem minyak Iran, dengan operasionalnya yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi negara tersebut.

Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel, sebelumnya pernah menyatakan bahwa penghancuran terminal minyak di Pulau Kharg dapat secara efektif melumpuhkan ekonomi Iran dan mengakibatkan runtuhnya rezim.

Recommended