Harga BBM hari ini, Kamis 7 Mei 2026, kembali jadi topik perbincangan hangat di kalangan pengguna kendaraan, terutama mereka yang mengandalkan bahan bakar diesel untuk kegiatan harian maupun operasional usaha. Penyesuaian harga terbaru dari Pertamina berlaku efektif per hari ini, dengan perubahan yang paling signifikan terasa pada jenis BBM non-subsidi, terutama kategori solar.
Kondisi pasar energi global yang masih bergerak fluktuatif menjadi faktor utama di balik perubahan ini. Harga minyak dunia yang naik turun dalam beberapa bulan terakhir memberi tekanan langsung pada penetapan harga BBM jenis non-subsidi di Indonesia, yang memang mengikuti mekanisme keekonomian pasar. Berbeda dengan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang tarifnya dijaga pemerintah tetap stabil.
Dampak nyata paling besar dirasakan oleh pengguna mobil diesel, termasuk pelaku usaha transportasi barang dan kendaraan niaga. Harga Dexlite dan Pertamina Dex yang kini berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp29.100 per liter (tergantung wilayah) membuat biaya operasional harian ikut terkerek naik. Sementara itu, BBM bensin non-subsidi seperti Pertamax masih mengalami penyesuaian yang relatif lebih terbatas.
Harga BBM Pertamina Wilayah Jawa per 7 Mei 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku hari ini untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:
| Jenis BBM | Spesifikasi | Harga per Liter |
|---|---|---|
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000 |
| Biosolar | CN 48 | Rp6.800 |
| Pertamax | RON 92 | Rp12.300 |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp12.900 |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.900 |
| Dexlite | CN 51 | Rp26.000 |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp27.900 |
BBM bersubsidi, yakni Pertalite (Rp10.000/liter) dan Biosolar (Rp6.800/liter), tidak mengalami perubahan harga sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Harga BBM Pertamina Seluruh Wilayah Indonesia per 7 Mei 2026
Perbedaan harga antarwilayah terjadi karena beberapa faktor, termasuk besaran pajak daerah, biaya distribusi, dan kondisi geografis masing-masing daerah. Berikut rincian lengkapnya:
Sumatera dan Sekitarnya
| Wilayah | Pertamax Turbo | Pertamax | Pertalite | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Aceh | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
| FTZ Sabang | – | Rp11.550 | Rp10.000 | – | Rp24.400 | Rp6.800 |
| Sumatera Utara | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
| Sumbar, Riau, Kepri | Rp20.750 | Rp12.900 | Rp10.000 | Rp29.100 | Rp27.150 | Rp6.800 |
| Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
| FTZ Batam | Rp18.900 | Rp11.750 | Rp10.000 | Rp26.500 | Rp24.700 | Rp6.800 |
Jawa dan Bali
| Wilayah | Pertamax Turbo | Pertamax Green 95 | Pertamax | Pertalite | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim | Rp19.900 | Rp12.900 | Rp12.300 | Rp10.000 | Rp27.900 | Rp26.000 | Rp6.800 |
| Bali & NTB | Rp19.900 | – | Rp12.300 | Rp10.000 | Rp27.900 | Rp26.000 | Rp6.800 |
| NTT | Rp20.350 | – | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
Kalimantan
| Wilayah | Pertamax Turbo | Pertamax | Pertalite | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kalbar, Kalteng, Kaltim | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
| Kalsel & Kaltara | Rp20.750 | Rp12.900 | Rp10.000 | Rp29.100 | Rp27.150 | Rp6.800 |
Sulawesi
| Wilayah | Pertamax Turbo | Pertamax | Pertalite | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Seluruh wilayah Sulawesi | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
Maluku dan Papua
| Wilayah | Pertamax Turbo | Pertamax | Pertalite | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Maluku & Maluku Utara | – | Rp12.600 | Rp10.000 | – | Rp26.600 | Rp6.800 |
| Papua & sekitarnya | Rp20.350 | Rp12.600 | Rp10.000 | – | Rp26.600 | Rp6.800 |
| Papua Barat & Papua Barat Daya | – | Rp12.600 | Rp10.000 | Rp28.500 | Rp26.600 | Rp6.800 |
Kenapa Harga BBM Bisa Berbeda Tiap Daerah?
Banyak konsumen bertanya-tanya mengapa tarif BBM di satu provinsi bisa berbeda dari provinsi lain, meski sama-sama berasal dari Pertamina. Jawabannya terletak pada tiga faktor utama:
Pajak daerah. Setiap pemerintah daerah memiliki kewenangan mengenakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya tidak selalu sama antardaerah.
Biaya distribusi dan logistik. Daerah yang secara geografis lebih terpencil atau membutuhkan jalur distribusi lebih panjang, seperti wilayah Papua, otomatis menanggung biaya angkut yang lebih tinggi.
Kondisi infrastruktur. Ketersediaan SPBU, kapasitas depot, dan kelancaran jalur suplai turut memengaruhi penetapan harga akhir di masing-masing wilayah.
BBM Subsidi Tetap Stabil, Diesel Non-Subsidi yang Terasa Berat
Dari seluruh jenis BBM yang beredar di SPBU Pertamina hari ini, tekanan kenaikan paling besar memang ada pada segmen diesel non-subsidi. Dexlite dan Pertamina Dex sudah berada di level yang cukup tinggi, terutama dibandingkan dengan harga setahun lalu.
Sementara itu, Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar bertahan di Rp6.800 per liter. Kedua jenis BBM bersubsidi ini menjadi andalan masyarakat menengah ke bawah dan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli di tengah tekanan inflasi energi global.
Bagi pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar bensin, penyesuaian pada Pertamax dan Pertamax Green 95 memang ada, namun besarannya relatif lebih terbatas dibanding kenaikan di kelompok diesel. Ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi pengguna kendaraan bensin non-subsidi dalam mengatur pengeluaran harian.