Duel Pelatih PSBS Biak vs Semen Padang di BRI Super League

Pertandingan PSBS Biak melawan Semen Padang di BRI Super League 2025/2026 akan menjadi ajang adu taktik dua pelatih baru.

Pertarungan antara PSBS Biak dan Semen Padang dalam pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 diprediksi akan menjadi arena adu strategi bagi kedua pelatih. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (8/3/2026) pukul 20.30 WIB dan akan disiarkan melalui live streaming di Vidio.

PSBS saat ini berada di zona degradasi, menempati urutan ke-16 dengan 18 poin. Sementara itu, Semen Padang terpuruk di dasar klasemen dengan 17 poin.

Berikut ulasan mengenai kiprah kedua pelatih yang akan beradu taktik:

PSBS kini berada di bawah arahan Marian Mihail, pelatih asal Rumania yang bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menukangi PSS Sleman pada BRI Liga 1 2023/2024. Marian Mihail diumumkan sebagai pelatih kepala PSBS pada 10 Februari lalu. Sayangnya, hingga kini, ia belum berhasil membawa tim berjuluk Badai Pasifik meraih kemenangan.

Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni, PSBS hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan dua kekalahan. Terakhir, mereka menyerah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan ke-24, Kamis (5/3/2026). Pertandingan melawan Semen Padang akan menjadi ujian penting bagi pelatih berusia 67 tahun ini. Pengalamannya di berbagai negara diharapkan dapat membantu mengangkat performa tim.

Mihail dikenal memiliki latar belakang teknis yang kuat. Ia pernah melatih sejumlah tim di kawasan Timur Tengah dan Asia. Klub terakhir yang ia tangani adalah Maharlika FC dari Filipina.

Imran Nahumarury

Di kubu Semen Padang, hadir pelatih baru, Imran Nahumarury. Laga melawan PSBS akan menjadi debutnya bersama tim berjuluk Kabau Sirah. Pelatih berusia 47 tahun ini resmi memegang kendali Semen Padang pada Kamis (5/3/2026), menggantikan Dejan Antonic.

Manajemen Semen Padang berharap Imran dapat memberikan dampak positif bagi tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Perubahan cepat sangat dibutuhkan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Imran bukan sosok asing di sepak bola nasional. Sebelumnya, ia pernah menangani beberapa klub seperti PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, dan Malut United.

Tantangan besar menanti Imran, yang memiliki lisensi AFC Pro. Ia dituntut untuk segera memperbaiki penampilan tim dalam 10 pertandingan sisa musim ini.

Recommended