Pembalap wanita asal Banten Eca Sabana sukses merebut podium setelah bersaing ketat dengan para rider pria pada ajang balap Yamaha Cup Race (YCR) 2026 di Sirkuit Puncak Mario, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (18/4/2026).
Dilansir dari Bola, pembalap yang memiliki nama lengkap Ressa Fauziah tersebut berhasil mengamankan posisi ketiga di kelas Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) menggunakan motor Yamaha Aerox 155 pada hari pertama kompetisi.
Performa impresif sang pembalap berlanjut pada hari kedua kompetisi dengan meraih tempat kedua di kelas Maxi GP Semi Pro 155CC Open setelah sempat memimpin balapan di garis terdepan.
Capaian ini terhitung istimewa karena Eca Sabana menjadi satu-satunya pembalap wanita yang bertanding di kelas tersebut melawan dominasi para rider pria dengan spesifikasi motor yang tinggi.
Meski sempat merasa minder karena spesifikasi motor lawan, pembalap yang dijuluki Ratu Matic ini memilih tetap fokus meningkatkan mental bertanding dan memberikan performa terbaiknya di lintasan balap.
“Awalnya sempat minder karena motor lawan sudah banyak yang di-upgrade. Namun, saya coba fokus saja, tim sudah maksimal, saya juga harus maksimal. Alhamdulillah bisa dapat hasil,” ujar Eca Sabana.
Persaingan dengan pembalap pria tidak dianggap sebagai beban oleh Eca Sabana karena ia lebih memilih untuk menikmati jalannya balapan dan memaksimalkan setiap peluang yang ada di sirkuit.
“Saya tidak terlalu memikirkan itu. Dinikmati saja balapannya, yang penting bagaimana bisa tampil maksimal,” kata Eca Sabana.
Menurut Eca Sabana, tantangan berduel langsung dengan pembalap pria justru memberikan atmosfer kompetisi yang berbeda serta memacu adrenalinnya menjadi lebih tinggi.
“Justru ini jadi tantangan buat saya. Kalau lawannya pria, adrenalin terasa lebih tinggi dan itu bagus untuk meningkatkan kemampuan balap,” ungkap Eca Sabana.
Eca Sabana juga mengakui dirinya sering kali diremehkan saat berkompetisi dengan pembalap pria, namun ia lebih memilih fokus membuktikan kemampuannya secara langsung di lintasan.
“Sering diremehkan, tapi saya tidak ambil pusing. Lebih baik dibuktikan saja di lintasan. Wanita juga bisa bersaing,” tegas Eca Sabana.