Aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini ditandai dengan peningkatan transaksi produk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) melalui platform e-commerce.
Kementerian UMKM meluncurkan inisiatif 'UMKM Sumatera Bangkit' sebagai bagian dari program pemulihan ini. Tujuannya adalah untuk membantu pelaku usaha di wilayah terdampak bencana agar tetap dapat memasarkan produk mereka.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa melalui layanan belanja produk ini, produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipasarkan agar masyarakat dapat membeli dan menggerakkan ekonomi daerah yang terdampak bencana. Hal ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Rabu (11/3/2026).
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat bahwa hingga 4 Maret 2026, jumlah transaksi mencapai 7.461.422. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan data pada 23 Januari 2026 yang mencatat sekitar 1.029.598 transaksi. Data ini dihimpun dari aktivitas penjualan di berbagai platform digital, termasuk Tokopedia, TikTok, dan Shopee.
Peningkatan transaksi juga terlihat di masing-masing provinsi. Di Aceh, jumlah transaksi tercatat sekitar 10.230 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi 24.841 transaksi pada 4 Maret.
Di Sumatera Utara, transaksi e-commerce tercatat 285.737 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi sekitar 2.162.858 transaksi pada 4 Maret.
Sementara itu, di Sumatera Barat, jumlah transaksi tercatat 1.867.456 transaksi pada 4 Februari dan meningkat menjadi sekitar 2.173.688 transaksi pada 4 Maret.
Selain peningkatan transaksi, jumlah produk UMKM yang dipasarkan melalui platform digital juga terpantau stabil. Di Aceh, terdapat sekitar 1.396 produk UMKM yang dipasarkan melalui e-commerce, di Sumatera Utara sebanyak 631 produk, dan di Sumatera Barat sekitar 101 produk.
Pulihnya infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana turut mendukung peningkatan aktivitas perdagangan digital ini.
Satgas PRR mencatat bahwa sebanyak 11.143 base transceiver station (BTS) yang sempat terdampak di tiga provinsi kini telah kembali beroperasi atau pulih 100 persen. Rinciannya terdiri atas 3.815 BTS di Aceh, 5.845 BTS di Sumatera Utara, dan 1.483 BTS di Sumatera Barat.
Dengan kembalinya jaringan telekomunikasi, masyarakat dapat kembali mengakses layanan komunikasi dan internet, termasuk untuk melakukan aktivitas perdagangan melalui platform e-commerce.