Budi Santoso Jajaki Pasar Ekspor Afrika dan Asia Gantikan Timur Tengah

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengalihkan fokus ekspor ke Afrika dan Asia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah pada Minggu (3/5/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjajaki perluasan pasar ekspor baru ke kawasan Afrika dan Asia sebagai strategi mitigasi konflik geopolitik yang tengah melanda Timur Tengah. Langkah strategis ini disampaikan dalam pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Minggu (3/5/2026).

Pengalihan fokus pasar ini bertujuan untuk memastikan stabilitas kinerja perdagangan luar negeri Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, pemerintah berupaya mencari alternatif pasar yang potensial untuk menggantikan permintaan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

"Nah kita mencoba menjajaknya di Afrika kemudian di Asia untuk menggantikan pasar di Timur Tengah," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan, saat menjelaskan langkah antisipasi krisis geopolitik tersebut kepada media di Jakarta.

Budi Santoso menegaskan bahwa krisis global tidak selalu menjadi hambatan, namun justru dapat membuka peluang penetrasi produk Indonesia ke wilayah baru. Ia merujuk pada pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19 yang tetap berhasil memperluas jangkauan ekspor meski banyak jalur pasokan dunia terhenti.

Potensi pasar baru dinilai akan terbuka lebar ketika rantai pasok dari negara pesaing terganggu akibat konflik. Pemerintah optimistis bahwa ketersediaan produk Indonesia mampu mengisi kekosongan stok di pasar internasional yang terdampak oleh ketegangan geopolitik saat ini.

Data kinerja ekspor Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,19 persen untuk periode Januari hingga Februari. Selain itu, neraca perdagangan non-migas dengan kawasan Timur Tengah pada dua bulan pertama tahun ini masih membukukan surplus sebesar US$ 641 juta.

Pihak Kementerian Perdagangan memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan tetap berlanjut pada bulan Maret dan seterusnya seiring dengan diversifikasi pasar ke wilayah Afrika dan Asia. Upaya ini dilakukan guna menjaga momentum surplus perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Recommended