Sejumlah perusahaan manufaktur di Yogyakarta dan Jawa Timur resmi melepas ekspor produk rambut palsu atau wig serta mainan anak ke pasar Amerika Serikat pada 17 dan 22 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan devisa negara melalui produk industri lokal berkualitas internasional.
Dilansir dari Detik Finance, PT Dong Young yang berbasis di Yogyakarta mengirimkan sebanyak 417 karton wig ke Negeri Paman Sam tersebut pada Jumat (17/4). Pengiriman produk rambut palsu ini mencatatkan nilai devisa yang mencapai Rp 2,2 miliar bagi perekonomian nasional.
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono, menjelaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan kualitas produk dalam negeri mampu bersaing secara global. Industri manufaktur yang berorientasi ekspor ini juga didukung oleh ekosistem yang kondusif hasil sinergi pemerintah dan pelaku usaha.
"Bea Cukai hadir memberikan pelayanan prima melalui kemudahan prosedur kepabeanan, percepatan layanan, serta asistensi berkelanjutan kepada eksportir," ujar Imam Sarjono, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta dalam keterangan tertulisnya.
Selain wig, komoditas mainan anak juga berhasil menembus pasar Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu (22/4). PT Royal Regent Manufacturing melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer yang berisi 7.490 buah mainan dengan nilai total mencapai US$ 19.931 atau setara Rp 300 juta.
PT Royal Regent Manufacturing merupakan produsen yang memproduksi berbagai merek mainan global seperti Seasons, Takaratomi, hingga Zuru. Perusahaan ini beroperasi di bawah fasilitas kawasan berikat yang diawasi oleh Bea Cukai Madiun dan Kanwil Jawa Timur II.
Pemberian fasilitas kawasan berikat tersebut mencakup pembebasan bea masuk dan pajak impor bagi perusahaan. Saat ini, perusahaan tersebut telah menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal dan diprediksi akan terus bertambah seiring ekspansi bisnis yang dilakukan.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, berharap fasilitas ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Madiun, Heru Djatmika Sunindya, menekankan adanya efek berganda bagi warga sekitar, mulai dari sektor transportasi hingga kuliner.