Kementerian ESDM Alihkan Pasokan LPG Industri untuk Kebutuhan Masyarakat

Kementerian ESDM menginstruksikan pengalihan stok LPG industri ke masyarakat guna menjamin ketersediaan energi nasional di tengah konflik Timur Tengah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginstruksikan pengalihan pasokan LPG dari sektor industri ke sektor rumah tangga pada Rabu (15/4/2026) di Jakarta. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas stok harian gas bagi masyarakat luas sebagai respon atas dinamika pasokan energi global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan volume khusus dalam kebijakan ini. Fokus utama kebijakan tersebut adalah memastikan ketersediaan pasokan harian LPG domestik tetap terjaga tanpa gangguan.

"Intinya kita targetnya adalah agar LPG itu stok hariannya selalu tersedia. Jadi, nggak ada hitungan khusus untuk ini tapi stoknya harus tersedia," ujar Laode Sulaeman di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah juga telah mempertimbangkan aspek kontrak antara kilang LPG swasta dengan pelanggan industri yang sudah berjalan sebelumnya. Meski demikian, Kementerian ESDM tetap mengimbau agar prioritas utama diberikan kepada kebutuhan domestik karena faktor efisiensi biaya transportasi dan ketersediaan stok yang sudah ada di dalam negeri.

Selain pengalihan stok industri, pemerintah tengah melakukan upaya pencarian tambahan pasokan LPG melalui jalur impor maupun optimalisasi produksi domestik. Langkah mitigasi ini merupakan antisipasi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang berisiko mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Kementerian ESDM telah menginstruksikan kilang LPG swasta nasional untuk memprioritaskan penawaran produk mereka kepada Pertamina Patra Niaga. Di saat yang sama, para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) diminta untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan melakukan ekspor ke luar negeri.

Sebagai langkah diversifikasi, Indonesia berencana menggeser sumber impor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke wilayah lain. Negara-negara di Amerika, Afrika, Asia, serta kawasan ASEAN menjadi target baru untuk menghindari kendala distribusi di titik-titik konflik internasional.

Recommended