Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi resmi pada Rabu (22/4/2026) mengenai kabar adanya kapal pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berhasil melewati Selat Hormuz menuju Indonesia.
Pernyataan tersebut dikeluarkan untuk menanggapi laporan mengenai pergerakan kapal tanker di kawasan Timur Tengah. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa informasi mengenai kapal LPG yang menuju tanah air tersebut tidak benar.
Berdasarkan data yang diterima dari Pertamina, Dwi Anggia menjelaskan bahwa saat ini hanya terdapat dua armada milik perusahaan negara tersebut yang masih berada di wilayah Timur Tengah. Dilansir dari Detik Finance, kedua kapal itu adalah kapal Pride dan Gamsunoro.
"Sejauh ini laporan dari Pertamina yang kami terima informasi yang beredar tersebut tidak benar, Kapal Pertamina hanya Pride dan Gamsunoro," ujar Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Lebih lanjut, Dwi Anggia memastikan bahwa tidak ada kargo LPG dari negara-negara Timur Tengah yang sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan di Indonesia. Penegasan ini sekaligus membantah spekulasi mengenai kelancaran pasokan gas imbas situasi di Selat Hormuz.
Sebelumnya, perusahaan analisis data perkapalan Kpler melaporkan setidaknya 20 kapal terpantau berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). Angka perlintasan ini disebut sebagai volume terbesar yang tercatat sejak awal Maret lalu.
Data Kpler yang dikutip melalui Reuters merinci bahwa kapal-kapal tersebut terdiri dari berbagai jenis muatan. Terdapat lima kapal kargo asal Iran yang membawa komoditas minyak dan logam, serta tiga kapal pengangkut LPG dengan tujuan pasar China dan India.
Laporan tersebut juga sempat menyebutkan keberadaan kapal tanker Crave. Kapal berbendera Panama itu dilaporkan membawa muatan LPG dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengarah ke Indonesia.
Selain tanker gas, arus lalu lintas di selat strategis tersebut juga mencakup kapal tanker Akti A dan Athina yang membawa produk olahan menuju Mozambik serta Thailand. Ada pula kapal Navig8 Macallister yang mengangkut 500.000 barel nafta menuju Korea Selatan.
Beberapa kapal tanker minyak raksasa (VLCC) seperti FPMC C Lord juga melintas membawa 2 juta barel minyak mentah Saudi ke Taiwan. Selain itu, kapal Desh Garima tercatat membawa minyak mentah menuju Sri Lanka.