Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi terkait dugaan kebocoran data distributor bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di forum dark web pada Sabtu (9/4/2026). Data tersebut dipastikan merupakan informasi terbuka yang dipublikasikan secara berkala melalui situs resmi sektor migas.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial tersebut merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik. Berdasarkan analisis awal, data tersebut bukanlah dokumen rahasia negara sebagaimana yang dikhawatirkan masyarakat luas.
Dilansir dari Detik Finance, Kementerian ESDM menyatakan tidak ditemukan indikasi kebocoran data yang bersifat sensitif. Meski demikian, pemerintah tetap menanggapi isu ini secara serius dengan melakukan investigasi teknis dan pemantauan menyeluruh pada sistem keamanan mereka.
"Dari hasil analisis awal, data yang dimaksud merupakan data distributor BBM yang bersifat terbuka dan memang dipublikasikan secara berkala pada website resmi sektor migas sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik," ungkap Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Upaya mitigasi telah dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memvalidasi sampel data yang beredar. Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dari internal kementerian juga telah dikerahkan guna melakukan patroli siber secara intensif.
Selain melakukan validasi teknis, Kementerian ESDM melakukan penelusuran potensi celah keamanan pada situs web terkait. Pengawasan mencakup monitoring aktivitas anomali serta koordinasi ketat dengan pengelola sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Migas dan BPH Migas.
Sebelumnya, sebuah akun di platform X bernama @DayliDarkWeb mengunggah klaim adanya kebocoran catatan distributor, informasi distribusi operasional, hingga dokumen komersial semester kedua tahun 2025. Unggahan tersebut juga mencatat bahwa keaslian data tersebut belum diverifikasi secara independen oleh pihak luar.
Hingga saat ini, proses monitoring dan investigasi teknis terus berjalan sebagai komitmen kementerian terhadap keamanan informasi. Pihak berwenang memastikan bahwa ekosistem distribusi energi tetap terpantau meski ada klaim paparan data di ruang digital.