Evaluasi Pelatih PSIM Usai Kalahkan PSBS Biak 4-2

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memberikan evaluasi setelah timnya menang 4-2 atas PSBS Biak di BRI Super League.

Usai kemenangan PSIM Yogyakarta atas PSBS Biak dengan skor 4-2 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, pelatih Jean-Paul van Gastel menyoroti performa timnya. Ia menilai Laskar Mataram kurang optimal di babak pertama.

Van Gastel menjelaskan bahwa PSIM kesulitan mengontrol permainan saat menguasai bola, menyebabkan laga berjalan terbuka. Situasi ini membuat lawan, terutama dalam bola mati, menjadi berbahaya.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (27/2/2026) malam WIB. Gol-gol PSIM dicetak oleh Franco Ramos (15', 64') dan Ze Valente (69', 89'). Sementara gol balasan PSBS dicetak oleh Eduardo Barbosa (36') dan Ruyery Blanco (82').

Respons Positif di Babak Kedua

Pada jeda turun minum, Van Gastel mengingatkan pemain tentang identitas permainan yang telah dibangun selama musim ini. Pendekatan ini membuahkan hasil positif di babak kedua.

"Lalu di jeda laga, kami membicarakan tentang apa yang telah kami lakukan selama 22 pertandingan terakhir. Saya pikir di babak kedua, saat menguasai bola, kami bermain cukup baik," kata Van Gastel.

Meski demikian, Van Gastel menyoroti masalah kebobolan gol yang terlalu mudah. Ia mencontohkan beberapa laga sebelumnya di mana timnya mencetak banyak gol tetapi tetap tertinggal.

"Namun, kami harus melakukan yang lebih baik agar bisa memenangkan pertandingan lebih mudah daripada sekarang. Kami menghabiskan terlalu banyak energi, energi yang tidak perlu untuk memenangkan pertandingan," imbuhnya.

Ze Valente Sebut Tim Perlu Lebih Tenang

Gelandang PSIM, Ze Valente, sependapat dengan evaluasi pelatih. Ia menilai timnya sempat kehilangan kendali permainan di babak pertama.

"Saya setuju dengan pelatih. Pada babak pertama kami tidak memegang kendali dan jika kami tidak memegang kendali, kami berada dalam masalah," ujar Ze Valente.

Valente menambahkan bahwa timnya perlu bermain lebih tenang dan tidak memberikan terlalu banyak kepercayaan diri kepada lawan.

"Namun, saya pikir saat jeda pelatih memberikan kami pencerahan dan terkadang kami benar-benar membutuhkannya. Terkadang bagus untuk terbangun dan saya pikir di babak kedua kami lebih mengontrol permainan, menciptakan peluang dan menyelesaikan peluang yang kami buat. Kemenangan ini sangat penting bagi kami," lanjutnya.

Dengan tambahan tiga poin ini, PSIM naik dua peringkat ke posisi keenam klasemen sementara BRI Super League dengan total 36 poin dari 23 pertandingan.

Recommended