Fabio Lefundes Beri Pesan untuk Madura United Setelah Kalahkan Mantan Timnya

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengungkapkan perasaannya setelah mengalahkan Madura United 3-1, berharap mantan timnya segera bangkit dari zona degradasi.

Setelah memimpin Borneo FC meraih kemenangan 3-1 atas Madura United dalam laga pekan ke-26 BRI Super League musim ini, pelatih Fabio Lefundes menyampaikan pesan emosional. Pertandingan yang berlangsung pada 5 April 2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan, meninggalkan kesan mendalam bagi pelatih asal Brasil tersebut, seperti dilansir dari Bola.

Meskipun merasa gembira dengan perolehan tiga poin untuk timnya, Lefundes tidak bisa melupakan ikatan batinnya dengan Madura United. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut merupakan tim pertamanya di Indonesia pada musim 2022/2023. Kala itu, ia sempat membawa Madura United berada di puncak klasemen BRI Super League sebelum insiden Kanjuruhan mengubah perjalanan tim.

Lefundes secara terbuka menyatakan dukungan moralnya agar mantan timnya dapat segera bangkit. Fokus utamanya adalah memastikan Madura United lolos dari ancaman degradasi.

Mantan pelatih Madura United itu berharap agar performa tim dapat kembali membaik. "Semoga Madura bisa kembali perform. Madura ada dalam hati saya. Mereka adalah klub pertama saya di Indonesia. Semoga bisa keluar dari situasi sulit di zona degradasi," ujar Lefundes.

Terlepas dari kemenangan di laga tandang, Lefundes mengakui bahwa penampilan anak asuhnya di Tim Pesut Etam belum sepenuhnya mencapai standar. Menurutnya, pemain Borneo FC belum menunjukkan performa terbaik mereka.

Apresiasi Efektivitas Serangan

Meski demikian, Lefundes tetap memberikan apresiasi terhadap efektivitas serangan yang ditunjukkan timnya. Koldo Obieta berhasil mencetak dua gol (brace), sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Mariano Peralta. Hal ini menjadi kunci raihan poin penuh.

Ia menambahkan, "Hasilnya bagus karena dapat tiga poin away walau secara performa kurang bagus. Ada waktu menyesuaikan, Madura sangat butuh hasil bagus itu juga pengaruh performa lawan."

Tantangan Cuaca Panas

Faktor lain yang menjadi sorotan Lefundes adalah kondisi stamina pemain yang terlihat kedodoran. Beberapa pemain kunci, termasuk Juan Villa, harus ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir. Sebagai sosok yang pernah tinggal di Madura, ia memahami betul tingkat kelembapan udara di Pamekasan.

Menurutnya, meskipun pertandingan digelar pada malam hari, cuaca tetap terasa menyengat. "Saya tahu juga cuaca sangat panas walau main malam, itu berpengaruh. Dulu saya harus memulai latihan tepat waktu agar tidak terlalu panas. Jadi kami harus bersyukur, ini hasil bagus," pungkas Lefundes."

Recommended