Fakta Menarik Usai Bhayangkara FC Kalahkan Arema FC 2-1

Bhayangkara FC meraih kemenangan 2-1 atas Arema FC di BRI Super League. Simak tiga fakta menarik dari laga tersebut.

Bhayangkara FC berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan BRI Super League. Kemenangan ini diraih dengan susah payah di Stadion Sumpah Pemuda Lampung, Selasa (10-3-2026).

Berikut tiga fakta menarik yang tersaji setelah pertandingan tersebut.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menampik anggapan bahwa timnya menang karena Arema FC bermain dengan sembilan pemain. Dua pemain Arema FC, Pablo Oliveira dan Dalberto, diusir wasit Yudai Yamamoto.

"Anda bilang kami bisa menang setelah dua pemain Arema FC dapat kartu merah? Saya kira itu tidak fair. Saya tak setuju dengan anggapan itu. Anda lihat kami bermain maksimal karena kami tak mau kalah. Kami akui Arema FC tim sangat kuat. Meski dengan sembilan pemain, Arema FC sangat sulit dikalahkan," ujar Munster.

Munster telah memprediksi bahwa laga melawan tim asuhan Marcos Santos akan sulit karena kekuatan teknik dan fisik yang dimiliki Arema FC.

"Materi pemain Arema FC sangat bagus. Mereka punya teknik dan fisik tangguh. Kami tahu mereka akan berusaha mengadu fisik. Baik dalam perebutan bola maupun adu kecepatan saat transisi," ulas Munster.

Lima Kemenangan Beruntun Bhayangkara FC

Kemenangan atas Arema FC menambah catatan positif Bhayangkara FC dengan lima kemenangan beruntun di putaran kedua musim ini. Keberhasilan ini tak lepas dari perubahan taktik yang diterapkan Paul Munster, serta kontribusi pemain asing baru seperti Sho Yamamoto, Ryo Matsumura, Henry Doumbia, Privat Mbarga, dan Moussa Sidibe.

Privat Mbarga telah mencetak empat gol dan dua assist, sementara Moussa Sidibe menjadi top scorer tim dengan enam gol dan lima assist.

"Malam ini kami sangat senang karena kami meraih tiga poin dari pertandingan yang sangat ketat melawan tim hebat seperti Arema FC. Jadi, kami sudah dapat 15 poin dari lima kemenangan beruntun. Ini bagus bagi tim," jelas Paul Munster.

Lapangan Becek Hambat Permainan

Bhayangkara FC mengalami kendala dalam menampilkan permainan terbaiknya akibat kondisi lapangan Stadion Sumpah Pemuda yang becek setelah diguyur hujan. Hal ini membuat ciri khas permainan bola-bola datar cepat tim menjadi sulit diterapkan.

Kondisi ini sempat membuat frustrasi para pemain Bhayangkara FC, terutama setelah kebobolan gol dari Joel Vinicius di akhir babak pertama.

"Babak pertama sangat sulit bagi kami memainkan bola. Saya kira pemain Bhayangkara FC pasti merasakannya. Makanya, babak kedua kami mengubah cara main. Kebetulan kondisi lapangan agak lebih bagus. Kami harus belajar bagaimana bermain di lapangan becek," tutur Paul Munster.

Dengan kemenangan ini, Bhayangkara FC naik ke peringkat keenam klasemen sementara dengan 41 poin, sama dengan yang dimiliki Persita di urutan kelima.

Selain itu, bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, kembali menjadi sorotan setelah dipanggil untuk memperkuat skuad Garuda dalam agenda FIFA Series 2026 oleh pelatih John Herdman.

Recommended