Rencana pertandingan Finalissima antara juara Piala Eropa 2024, Spanyol, dan juara dunia Argentina dipastikan tidak akan terlaksana.
Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 27 Maret di Qatar tersebut dibatalkan karena UEFA tidak mencapai kesepakatan dengan pihak Argentina mengenai tanggal dan lokasi alternatif.
Salah satu faktor yang menyebabkan pembatalan laga di Qatar adalah situasi geopolitik di Timur Tengah.
UEFA menyatakan kekecewaannya atas batalnya pertandingan antara juara UEFA Euro 2024 dan kampiun Copa América. Menurut pernyataan UEFA, keterbatasan waktu membuat kedua tim tidak dapat bersaing memperebutkan trofi tersebut di Qatar.
Finalissima adalah pertandingan yang mempertemukan juara Eropa dengan juara Amerika Selatan. Pada edisi sebelumnya di tahun 2022, Argentina mengalahkan Italia di Stadion Wembley, London. Argentina juga berhasil menjuarai FIFA World Cup 2022 pada tahun yang sama.
Batalnya laga ini juga menggagalkan potensi duel antara Lionel Messi dan Lamine Yamal. Messi adalah ikon utama Argentina setelah menjuarai Piala Dunia di Qatar pada 2022. Yamal, yang masih remaja, dianggap sebagai salah satu talenta terbesar Spanyol dan disebut sebagai calon penerus Messi di Barcelona.
UEFA telah menawarkan beberapa alternatif lokasi pertandingan, termasuk Stadion Santiago Bernabeu di Madrid. Namun, Federasi Sepak Bola Argentina menolak usulan tersebut. UEFA juga mengusulkan format dua leg, namun skenario tersebut juga tidak mendapat persetujuan dari pihak Argentina.
Opsi terakhir adalah memainkan laga tunggal di venue netral di Eropa pada 27 atau 30 Maret. Argentina menyatakan hanya bisa bermain pada 31 Maret. Perbedaan jadwal ini membuat UEFA membatalkan edisi Finalissima kali ini.