Fitch Proyeksikan Utang Pemerintah Indonesia Meningkat di 2026

Fitch Ratings memproyeksikan utang pemerintah Indonesia meningkat menjadi 41% dari PDB pada 2026 setelah memangkas outlook jadi negatif.

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, memperkirakan rasio utang pemerintah Indonesia akan mengalami peningkatan hingga tahun 2026. Proyeksi ini muncul setelah Fitch menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dalam laporan yang dirilis di situs resminya pada Rabu (4/3/2026), Fitch memproyeksikan bahwa utang pemerintah secara umum akan naik sedikit menjadi 41% dari PDB pada tahun 2026. Angka ini masih berada di bawah median proyeksi peringkat 'BBB' sebesar 57,3%.

Fitch juga menilai Indonesia memiliki catatan yang baik dalam menjaga disiplin fiskal. Hal ini mendukung keyakinan lembaga tersebut bahwa rasio utang pemerintah akan tetap stabil dalam jangka menengah.

Lembaga itu menjelaskan bahwa rasio utang diperkirakan akan stabil dalam jangka menengah, mencerminkan asumsi dasar bahwa pemerintah akan mematuhi batas defisit fiskal.

Namun, beban bunga utang pemerintah diprediksi akan tetap tinggi dibandingkan negara-negara dengan peringkat kredit selevel. Tingginya beban bunga ini berpotensi membatasi ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan dan kebijakan ekonomi lainnya.

"Pembayaran bunga yang diperkirakan sebesar 17% dari pendapatan pemerintah pada tahun 2025, termasuk yang tertinggi dalam kategori peringkat 'BBB'," tegas Fitch.

Fitch juga merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating/IDR) tetap di level BBB.

Revisi outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, serta memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal.

Fitch dalam laporannya menuliskan, upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial pasca-protes tahun lalu akan mendorong pengeluaran sosial lebih tinggi, termasuk program Makan Bergizi Gratis (1,3% dari PDB). Rencana untuk memprioritaskan pengeluaran di semester I-2026 dapat menambah risiko defisit fiskal.

Di sisi lain, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB karena Indonesia dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Hal itu didukung oleh prospek pertumbuhan jangka menengah, rasio utang pemerintah yang moderat terhadap produk domestik bruto (PDB), serta cadangan eksternal yang masih memadai.

Meskipun demikian, lembaga itu memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9% PDB, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7%. Proyeksi tersebut dipengaruhi oleh asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif serta peningkatan belanja sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Recommended