Jelang laga krusial perempat final Liga Champions, bek tangguh Real Madrid, Antonio Rudiger, menyoroti kekuatan penyerang Bayern Munchen, Harry Kane. Rudiger mengakui bahwa menghentikan striker tersebut sendirian merupakan tugas yang hampir mustahil. Pernyataan ini muncul di tengah antisipasi terhadap bentrokan dua raksasa Eropa tersebut, seperti dilansir dari Bola.
Bayern Munchen saat ini dianggap sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Meskipun menghadapi berbagai tantangan cedera pemain, klub Bavaria ini tetap menunjukkan performa solid dan konsistensi luar biasa di semua kompetisi. Rudiger mengakui bahwa Real Madrid menyadari tantangan besar yang akan mereka hadapi.
"Kami semua di Madrid sadar kami akan menghadapi tim berkelas dunia yang benar-benar konsisten. Tidak ada tantangan yang lebih besar dari ini," ujar bek Real Madrid itu. Lini serang Bayern Munchen telah bekerja secara penuh kapasitas, terbukti dengan 131 gol yang mereka cetak di seluruh kompetisi.
Sebagian besar gol Bayern berasal dari trio penyerang maut mereka. Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise tercatat sebagai trio penyerang terdepan di Eropa dengan kontribusi 75 gol, menurut data dari SofaScore. Sisanya, sekitar 43 persen dari total gol, disumbangkan oleh pemain lain seperti Serge Gnabry, Lennart Karl, Nicolas Jackson, dan Jamal Musiala, yang menggambarkan kedalaman skuad mereka.
Harry Kane secara spesifik menjadi fokus perhatian bagi Rudiger. Kemampuan Kane tidak hanya terbatas pada mencetak gol, tetapi juga dalam memberikan umpan kunci, mendistribusikan bola, dan bahkan sesekali melakukan tekel. Hal ini memberinya kendali lebih besar dalam pertandingan, sehingga Kane bukan hanya masalah bagi Rudiger seorang, melainkan ancaman bagi seluruh tim Real Madrid.
Rudiger menambahkan, "Harry Kane? Bagi saya, ia jelas termasuk dalam tiga striker terbaik di dunia. Kami hanya bisa menetralisirnya sebagai tim, jika itu bahkan mungkin dilakukan selama 180 menit." Bayern sendiri menyelesaikan fase grup Liga Champions di posisi kedua, di belakang Arsenal FC, yang juga menunjukkan dominasi kuat.
Rekor Pertemuan dan Misi Akhiri Kutukan
Dalam penilaiannya terhadap lawan, Rudiger juga menyebutkan bahwa Bayern dan Arsenal adalah tim paling konsisten dan terbaik di Eropa saat ini. Real Madrid, sebagai raja Liga Champions dengan koleksi gelar terbanyak, dikenal memiliki kecerdikan untuk menghadapi tantangan terberat sekalipun.
Pertemuan antara Bayern dan Madrid di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir seringkali berakhir pahit bagi kubu Bavaria, meskipun mereka kerap tampil sebagai tim yang lebih dominan di lapangan. Dengan Bayern kembali difavoritkan dalam laga kali ini, muncul pertanyaan besar: apakah mereka akhirnya mampu memutus kutukan dan keluar sebagai pemenang dari duel yang penuh prestise ini?