Fitch Ratings Ubah Outlook Utang Indonesia Jadi Negatif

Fitch Ratings mengubah outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, memengaruhi tiga bank BUMN.

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Perubahan ini juga berdampak pada peringkat tiga Bank BUMN.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa fundamental bank dan sektor keuangan Indonesia dinilai masih cukup baik. Namun, lembaga pemeringkat melihat potensi risiko di masa depan.

"Terkait dengan outlook ya, kalau kita lihat rating sebenarnya mereka tetap ya, cuman outlooknya yang kemudian dari positif menjadi negatif. Sebetulnya dengan rating yang tetap itu mereka tetap melihat sebenarnya fundamental kita baik," ujar perempuan yang biasa disapa Kiki ini di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Kiki menambahkan bahwa lembaga pemeringkat menyoroti komitmen otoritas terkait reformasi integritas pasar modal. Hal ini terungkap usai pertemuan antara OJK dengan salah satu lembaga pemeringkat.

"Jadi mereka bertanya terkait setiap proposal kita, baik itu terkait free float misalnya, kemudian keterbukaan informasi pemegang saham, keterbukaan informasi Yubo dan lain-lain, itu mereka tanyakan secara detail. Jadi salah satu yang concern mereka itu," terangnya.

Kiki optimistis sektor jasa keuangan dan Bank Himbara dapat kembali meraih outlook stabil. Hal ini akan diupayakan melalui koordinasi dengan berbagai lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

"Kami yakin ketika kita lakukan bersama dengan seluruh KSSK, Kemenkeu, BI, OJK, dan juga pihak lainnya yang mereka datangi, sesuai dengan tugas kita masing-masing, kita melakukan yang terbaik untuk mengembalikan ini supaya kita bisa dapat outlook yang kembali positif," jelasnya.

Recommended