Desainer peta legendaris Shawn 'FMPONE' Snelling resmi meluncurkan karya terbaru bertajuk Splinter di Steam Workshop Counter-Strike 2 pada Minggu, 12 April 2026. Kehadiran peta ini menjadi sorotan komunitas global karena rekam jejak kreator yang sebelumnya sukses merancang peta ikonik Cache.
Dilansir dari Medcom, Splinter mengusung latar pusat logistik dan kompleks penggergajian kayu yang berlokasi di kawasan Pegunungan Rocky, Kanada. Visual lingkungan dalam peta ini terinspirasi dari keindahan Danau Moraine dan telah didukung penuh oleh teknologi pencahayaan tajam dari engine Source 2.
Peta ini menonjolkan aspek vertikalitas yang kompleks serta jalur-jalur sempit yang dirancang untuk menuntut strategi tinggi dari para pemain. Meskipun mendapat apresiasi atas kualitas estetika dan desain area pengeboman, sejumlah kendala teknis dilaporkan masih terjadi selama masa awal peluncuran.
Para pemain mengeluhkan adanya penurunan frame per second (FPS) yang drastis pada beberapa titik tertentu di dalam peta. Masalah visibilitas akibat elemen dekorasi yang terlalu padat serta gangguan tabrakan objek juga menjadi catatan penting bagi performa teknis Splinter saat ini.
Selain masalah grafis, kendala teknis lainnya mencakup bom C4 yang sering tersangkut di lokasi-lokasi tertentu yang sulit dijangkau. Masalah stabilitas performa ini menjadi tantangan krusial bagi Splinter sebelum dapat dipertimbangkan masuk ke dalam jajaran peta kompetitif resmi atau active duty pool.
Dukungan terhadap potensi kompetitif Splinter datang dari mantan pemain profesional sekaligus streamer, Erik 'fl0m' Flom. Ia menilai peta tersebut memiliki struktur dasar yang kuat untuk bersaing dalam skena turnamen profesional Counter-Strike 2 di masa mendatang.
"Splinter memiliki DNA yang kuat untuk bersaing di level tertinggi," kata Erik 'fl0m' Flom, mantan pemain pro dan streamer.
Nasib Splinter untuk menembus turnamen resmi kini bergantung pada pembaruan berkala dari FMPONE guna memperbaiki gangguan teknis tersebut. Keseimbangan antara tim Terrorist dan Counter-Terrorist serta kejelasan visibilitas menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk standar liga komunitas maupun latihan tim profesional.