Setelah absen selama enam tahun, ajang balap Formula 1 dijadwalkan kembali mengaspal di Sirkuit Nürburgring, Jerman, untuk sesi uji coba pada 14 dan 15 April 2026. Langkah ini diambil menyusul pembatalan dua balapan Grand Prix (GP) yang seharusnya digelar pada bulan April, yakni GP Bahrain dan Arab Saudi.
Dibatalkannya dua seri tersebut membuat bulan April 2026 menjadi kali pertama tanpa balapan Formula 1 sejak tahun 2020, sebuah situasi yang dipicu oleh konflik berkelanjutan di wilayah Timur Tengah. Insiden rudal yang menghantam Pusat Komunikasi Nasional, sekitar 24 kilometer dari sirkuit di Bahrain, menjadi salah satu alasan utama pembatalan.
Pirelli, pemasok ban resmi Formula 1, berupaya memanfaatkan jeda musim ini untuk mengumpulkan data penting. Sebelumnya, uji coba ban basah yang direncanakan di Bahrain juga terpaksa dibatalkan karena kondisi keamanan. Sebagai gantinya, Pirelli telah melakukan pengujian di Sirkuit Suzuka, Jepang, dan Ferrari dijadwalkan menjalani uji coba kondisi basah di lintasan Fiorano pekan ini.
Uji coba di Nürburgring akan melibatkan dua tim besar, yaitu Mercedes dan McLaren. Keduanya sebelumnya dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam uji coba di Bahrain yang batal. Pelaksanaan uji coba di Nürburgring ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi Pirelli untuk menyempurnakan kompon ban, tetapi juga memberikan peluang berharga bagi tim untuk mengumpulkan data di tengah jadwal balapan yang lengang.
Sirkuit Ikonik dengan Sejarah Panjang
Sirkuit Nürburgring memiliki sejarah panjang dalam ajang Formula 1, meskipun penampilan konsistennya berakhir setelah tahun 2013. Sirkuit ini sempat kembali ke kalender F1 secara satu kali pada tahun 2020 sebagai GP Eifel, saat itu untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19.
Untuk sesi uji coba kali ini, tim akan menggunakan konfigurasi lintasan Grand Prix yang memiliki 17 tikungan. Lintasan ini dikenal dengan area run-off yang luas serta sistem pemantauan digital canggih, dirancang untuk mendukung pengumpulan data maksimal bagi tim.
Lintasan Nordschleife, yang legendaris dengan panjang 22,8 kilometer dan lebih dari 150 tikungan, sudah tidak digunakan dalam Formula 1 sejak GP Jerman tahun 1976. Keputusan ini diambil karena alasan keselamatan, terutama setelah kecelakaan hebat yang menimpa Niki Lauda.