Layvin Kurzawa dipastikan menjadi bagian dari skuad Persib Bandung pada lanjutan paruh kedua Super League musim 2025/2026. Pemain asal Prancis tersebut dikabarkan menerima bayaran hingga sekitar Rp1 miliar per bulan selama membela klub asal Bandung itu.
Kehadiran Layvin Kurzawa di Persib langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional. Selain karena statusnya sebagai pemain asing dengan pengalaman panjang di Eropa, besaran gaji yang diterimanya juga menjadi sorotan utama sejak kepindahannya dikonfirmasi.
Kurzawa dikenal sebagai pemain sayap kiri asal Prancis. Sepanjang kariernya di Eropa, ia sempat memperkuat sejumlah klub besar. Namanya pernah tercatat sebagai pemain AS Monaco, Paris Saint-Germain, dan Fulham. Sebelum bergabung dengan Persib, Kurzawa terakhir membela klub asal Portugal, Boavista.
Persib mengontrak Kurzawa untuk durasi enam bulan. Kontrak tersebut berlaku hingga akhir kompetisi Super League musim 2025/2026. Selama periode itu, Kurzawa menerima bayaran bulanan yang tergolong tinggi untuk level kompetisi domestik.
Berdasarkan laporan media Prancis, gaji Kurzawa di Persib berada di angka 50 ribu euro per bulan. Jika dikonversikan ke rupiah, nominal tersebut berkisar antara Rp980 juta hingga Rp1 miliar per bulan. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Super League musim ini.
Meski demikian, gaji Kurzawa bukan yang tertinggi di internal Persib Bandung. Dalam skuad Persib, terdapat nama Thom Haye yang disebut menerima bayaran lebih besar. Thom Haye dikabarkan memperoleh gaji sekitar 70 ribu euro per bulan, lebih tinggi dibandingkan Kurzawa yang berada di angka 50 ribu euro.
Dengan perbandingan tersebut, Kurzawa menempati posisi kedua sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Persib Bandung. Perbedaan nominal ini menunjukkan adanya variasi struktur gaji di dalam tim, meskipun keduanya sama-sama berada pada level bayaran yang tinggi untuk kompetisi lokal.
Jika dibandingkan dengan masa kejayaannya di Eropa, khususnya saat membela Paris Saint-Germain, besaran gaji Kurzawa di Persib tentu berbeda jauh. Kurzawa memperkuat PSG dalam rentang waktu yang panjang, yakni sejak musim 2015 hingga 2024.
Pada periode tersebut, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Kurzawa menerima bayaran yang jauh lebih besar dibandingkan yang diterimanya saat ini. Bahkan, pada puncak kariernya bersama PSG di Ligue 1, gaji Kurzawa disebut bisa mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Perbedaan nominal tersebut mencerminkan jurang finansial antara kompetisi Eropa dan liga domestik. Meskipun gaji Kurzawa di Persib tergolong besar untuk ukuran Super League, secara global angka tersebut masih berada jauh di bawah standar bayaran pemain di liga-liga top Eropa.
Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa nilai kontrak Kurzawa di Persib merupakan hasil penyesuaian dengan struktur finansial kompetisi lokal. Meski tidak setara dengan pendapatannya di Eropa, bayaran tersebut tetap menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan nilai kontrak tertinggi di Indonesia.
Dengan kontrak berdurasi enam bulan hingga akhir musim, Kurzawa diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Persib Bandung. Kehadirannya menambah daftar pemain berpengalaman internasional yang meramaikan persaingan Super League 2025/2026, sekaligus menjadi salah satu transfer yang paling banyak dibicarakan pada paruh kedua musim ini.