Garudayaksa FC resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket promosi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 setelah menumbangkan Persikad Depok pada Sabtu (2/5/2026). Laga penentu yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor tersebut berakhir dengan skor meyakinkan 3-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Kemenangan krusial ini memastikan langkah klub asal Bogor tersebut untuk berkompetisi di level elit nasional musim depan. Dilansir dari Bola, keberhasilan tim berjuluk Garudayaksa ini tidak lepas dari peran tangan dingin sang pelatih kepala, Widodo Cahyono Putro.
Widodo Cahyono Putro kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan menambah daftar panjang kesuksesannya membawa tim daerah naik kasta. Sebelum pencapaian bersama Garudayaksa FC, pelatih kawakan ini telah lebih dulu mengantar Persita Tangerang promosi pada 2019 dan Persijap Jepara pada 2025.
Keberhasilan musim ini tergolong impresif mengingat Widodo baru bergabung dengan manajemen klub pada Maret 2026 lalu. Ia menjadi sosok nakhoda keempat yang memimpin skuad tersebut di kompetisi kasta kedua sepanjang musim 2025/2026.
Sebelum penunjukan Widodo, kursi kepelatihan tim sempat diduduki oleh tiga pelatih berbeda secara bergantian. Nama-nama seperti Khamid Mulyono, Erwan Hendarwanto, hingga Muhammad Ridwan tercatat pernah mengemban tugas sebagai pelatih kepala di klub tersebut sebelum akhirnya Widodo masuk membawa perubahan.
Manajemen Garudayaksa FC kini menghadapi tantangan baru dalam menentukan komposisi tim kepelatihan untuk menghadapi persaingan di liga level tertinggi mendatang. Pasalnya, tren penggunaan jasa pelatih asing saat ini tengah mendominasi kompetisi kasta teratas di Indonesia.
Pada musim berjalan, mayoritas kontestan liga level tertinggi lebih memilih menggunakan tenaga pelatih luar negeri. Malut United tercatat menjadi satu-satunya klub yang masih memercayakan posisi pelatih kepala kepada putra daerah atau pelatih domestik.
Kepastian mengenai masa depan Widodo Cahyono Putro bersama tim di Stadion Pakansari tetap menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi apakah manajemen akan mempertahankan jasa pelatih lokal tersebut atau beralih mengikuti tren pelatih asing.