Skuad Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih John Herdman kini diuntungkan dengan ketersediaan sejumlah pemain yang mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan. Sebagaimana dilansir dari Bola.com, penambahan opsi di sektor ini semakin meramaikan persaingan, memberikan kedalaman skuad yang sebelumnya kerap kesulitan mencari alternatif.
Sebelumnya, Timnas Indonesia memang seringkali menghadapi tantangan dalam menemukan pilihan terbaik untuk posisi krusial ini. Namun, belakangan ini, beberapa nama mulai mencuat sebagai gelandang bertahan yang diandalkan Skuad Garuda.
Selain para pemain yang telah memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026, Herdman juga memiliki alternatif lain yang siap dipanggil jika situasi mendesak pada agenda mendatang.
Joey Pelupessy secara luas dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Sejak resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025, ia langsung menjadi pilihan utama di posisi tersebut.
Kehadiran Joey Pelupessy, yang mengejutkan di era kepelatihan Patrick Kluivert, telah mengisi kekosongan gelandang tangguh yang mampu menjaga kedalaman lini tengah. Selama masa kepelatihan Kluivert, Joey adalah pemain kunci, sering dipasangkan dengan Thom Haye.
Meski sempat dicadangkan oleh Herdman saat menghadapi St Kitts dan Nevis, pemain berusia 32 tahun ini kembali ke starting eleven saat berduet dengan Verdonk melawan Bulgaria. Joey Pelupessy diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama untuk peran gelandang jangkar Skuad Merah Putih dalam beberapa tahun ke depan.
Jordi Amat: Transformasi Peran Baru
Jordi Amat menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian di FIFA Series 2026. Pemain Persija Jakarta ini mendapatkan peran baru dari John Herdman, yaitu sebagai gelandang tengah di Timnas Indonesia.
Selama ini, Jordi Amat dikenal sebagai bek tengah. Namun, sejak putaran kedua BRI Super League 2025/2026, ia mulai lebih banyak menjalani peran sebagai gelandang bertahan bersama klubnya, Persija Jakarta.
Transformasi posisi ini berlanjut ketika pemain berusia 34 tahun itu dipanggil Timnas Indonesia. Herdman menempatkannya pada peran yang sama saat ia bermain sebagai starter pada laga kontra St Kitts dan Nevis. Dalam pertandingan tersebut, Jordi berduet dengan Calvin Verdonk. Perubahan komposisi ini memperkaya opsi Herdman untuk pos gelandang bertahan Timnas Indonesia di pertandingan berikutnya.
Ivar Jenner: Gelandang Serbabisa
Ivar Jenner juga merupakan gelandang bertahan lain yang berpotensi menjadi solusi bagi John Herdman. Pemain berusia 22 tahun ini, bagaimanapun, perlu bekerja lebih keras untuk mencapai performa puncaknya demi mengamankan posisi utama.
Ivar dikenal sebagai gelandang serbabisa di Timnas Indonesia, mampu memainkan berbagai peran, baik sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah. Ia bahkan bisa didorong lebih ke depan di depan dua holding midfielder.
Dalam FIFA Series 2026, Ivar selalu dimainkan Herdman, meskipun seringkali masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Ia sempat ditugaskan sebagai gelandang bertahan menggantikan Joey Pelupessy menjelang akhir babak kedua.
Marc Klok: Opsi dengan Keunggulan Produktivitas
Marc Klok, gelandang asal Persib Bandung, juga merupakan opsi yang patut dipertimbangkan sebagai gelandang bertahan. Klok memiliki kapasitas yang memadai untuk peran ini.
Dibandingkan nama-nama lain, Klok unggul dalam produktivitas gol. Ia dikenal memiliki kemampuan untuk mencetak gol, menjadikannya cukup istimewa. Namun, Klok belum berhasil menembus persaingan di sektor ini pada FIFA Series 2026. Namanya dicoret pada detik-detik terakhir, meskipun sempat masuk dalam daftar 41 pemain awal yang dipanggil Herdman.