Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menantang para pemainnya untuk menunjukkan mentalitas bangkit seperti yang sering diperlihatkan Real Madrid di Liga Champions.
Guardiola menekankan pentingnya keyakinan dan optimisme dalam menghadapi leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, meskipun Man City saat ini tertinggal agregat 0-3.
Menurut Guardiola, jika pemain tidak memiliki keyakinan untuk membalikkan keadaan, lebih baik mereka tidak bermain. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk takut dan tim harus berusaha sekuat tenaga untuk menghormati fans dan pekerjaan mereka.
"Jika mereka tidak percaya, itu masalah. Mereka orang dewasa. Mereka digaji dengan baik," kata Guardiola.
"Jika mereka tidak percaya hal itu di Liga Champions, pulanglah, tetap di rumah. Kami harus mencoba. Apa yang harus kami takutkan?" lanjutnya.
Guardiola juga menyoroti pentingnya fokus pada sisa musim ini, termasuk Liga Inggris dan Piala FA. Ia berharap timnya dapat memperbaiki diri dan kembali lebih kuat di musim depan.
"Dan setelah itu, masih ada delapan pertandingan tersisa, kami harus menerimanya dan mengakhiri musim dengan lebih baik," kata Guardiola.
"Sebaik mungkin, karena masih ada besok, kami masih punya Premier League, kami punya Piala FA. Kami punya yang lain. Perbaiki, perbaiki," lanjutnya.
Gelandang Man City, Rodri, juga menyampaikan pesan serupa. Ia memperingatkan Real Madrid dan Arsenal bahwa musim Man City masih jauh dari selesai dan tim akan terus berjuang di semua kompetisi.
Rodri mengakui bahwa situasi saat ini sulit, namun ia menekankan pentingnya tim untuk tetap percaya dan berjuang sampai akhir.
"Memang benar, saya tidak akan menyangkal bahwa ini sulit. Tapi kami akan tetap berjuang sampai akhir. Itulah pada dasarnya mentalitas tim," lanjutnya.