Sebanyak 30 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di wilayah Surabaya serta Sidoarjo berhasil meningkatkan kompetensi bahasa Inggris ke level B1 berdasarkan standar internasional CEFR pada Kamis, 23 April 2026. Capaian ini merupakan hasil dari Program Guru Transformasional yang diinisiasi oleh PT Pegadaian untuk mendorong kualitas pendidikan global.
Dilansir dari Medcom, peningkatan kecakapan ini terlihat dari mayoritas peserta yang sebelumnya berada di level A2 kini naik ke level B1 (Common European Framework of Reference for Languages). Evaluasi kompetensi tersebut dilakukan melalui tes bahasa Inggris berstandar internasional yang difasilitasi langsung oleh British Council.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat penguasaan bahasa sekaligus penerapan metode pembelajaran inovatif di ruang kelas. Pelatihan intensif ini telah berlangsung selama delapan bulan dengan sistem pendampingan hibrida melalui platform Guru Binar.
"Mayoritas peserta pelatihan mengalami peningkatan kemampuan dari level A2 ke B1 berdasarkan standar internasional Common European Framework of Reference for Languages (CEFR)," kata Ahmad Zaenudin, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara English Festival and Closing Ceremony di Surabaya.
Program ini menyasar pendidik dari 13 MTs dan 6 MA di dua wilayah tersebut untuk merespons tuntutan kualitas pengajaran bahasa asing. Selain materi bahasa, para guru diberikan pembekalan mengenai teknik mengajar yang lebih menyenangkan guna meningkatkan kepercayaan diri para siswa di sekolah madrasah.
Dukungan penuh datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur terhadap inisiatif peningkatan kapasitas SDM ini. Kepala Bidang Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, menyatakan apresiasinya terhadap kontribusi sektor korporasi dalam memfasilitasi sertifikasi guru-guru di bawah naungan Kemenag.
Erda Kustiah, salah satu peserta dari MTs Darut Tauhid Surabaya, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak langsung pada performa mengajarnya. Menurutnya, fokus pelatihan pada kemampuan praktis bahasa Inggris membuat interaksi di dalam kelas menjadi lebih hidup dan meningkatkan minat belajar siswa.
Sebagai penutup rangkaian program, diselenggarakan English Festival yang memuat kompetisi edukatif seperti Spelling Bee dan News Anchor bagi siswa serta guru. Penyelenggara berharap program serupa dapat dikembangkan lebih luas untuk menjangkau guru di wilayah lain di masa mendatang.