Pegadaian berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di sektor pendidikan melalui Program Siap Atur Keuangan (SAKU).
Program SAKU Pegadaian diikuti 60 guru SMA/SMK dari berbagai daerah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman literasi finansial, khususnya pengelolaan keuangan secara bijak, sehingga guru memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan serta menyusun prioritas keuangan.
Kepala Divisi ESG PT Pegadaian, Jainuddin, menyatakan Program SAKU Pegadaian adalah wujud komitmen Pegadaian dalam mendukung pendidikan. Ia berharap guru dapat menularkan literasi finansial kepada siswa dan berperan sebagai agen inklusi keuangan.
"Program SAKU Pegadaian merupakan realisasi komitmen kami di bidang pendidikan. Melalui guru-guru peserta, kami berharap literasi finansial dapat diteruskan kepada para siswa sehingga guru dapat berperan sebagai agen inklusi keuangan di lingkungan sekolah," ujar Jainuddin dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Materi pelatihan disusun selaras dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pegadaian menggandeng Putera Sampoerna Foundation melalui platform Guru Binar sebagai mitra pelaksana.
Program ini berlangsung sejak September 2025 hingga Februari 2026 secara daring melalui kelas pelatihan, mulai dari Kelas Media Ajar Literasi Finansial hingga Pelatihan Implementasi di lingkungan sekolah.
Program dilanjutkan dengan SAKU Championship, kompetisi literasi finansial siswa SMA/SMK. Siswa ditantang membuat video animasi bertema literasi finansial berdasarkan materi pelatihan.
Wasilatul Maqfiroh, guru SMAN 19 Surabaya, mengungkapkan program ini memberikan perspektif baru dalam dunia pendidikan, sama pentingnya dengan mata pelajaran.
“Literasi finansial ternyata sama pentingnya dengan mata pelajaran lainnya. Materi yang diberikan terasa baru, relevan, dan sangat aplikatif untuk diajarkan kepada peserta didik,” ucap Wasilatul.
Lutfiah Indirani, siswa SMA Negeri 2 Sukatani, yang mengikuti SAKU Championship, menyampaikan program ini membantunya memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia muda.
“Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa memahami kebutuhan dan keinginan itu penting sejak sekarang. Materinya sederhana, tapi bermakna untuk masa depan,” ujar dia.
Pada akhir program, terpilih empat pemenang dalam empat kategori, yaitu Guru Terbaik, Guru Terfavorit, Kelompok Siswa Terbaik, dan Kelompok Siswa Terfavorit.
Program SAKU Pegadaian juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pegadaian berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang lebih sadar finansial, cakap mengelola keuangan, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, dengan guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai literasi finansial bagi generasi muda.